Jumat, 27 September 2013

makalah kelompok 8



MAKALAH SISTEM RESPIRASI 1
“Penyakit pada Sistem Respirasi”



 




Disusun Oleh :
S1-1B
1.      Arinda Riskiyatul Laily              (121.0016)
2.      Frisca Putri Maharani                (121.0040)
3.      Lucky Pranatha Putra               (121.0056)
4.      Putri Dwi Kurniawati                 (121.0078)
5.      Winda Zunita Mayangsari         (121.0104)
6.      Yuniara Dwi Perwiraningrum  (121.0110)




Prodi S1 – Keperawatan


STIKES HANG TUAH SURABAYA
TAHUN AJARAN 2013/2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah S.W.T. karena dengan rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah kami yang berjudul “Penyakit pada Sistem Respirasi” ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini kami susun sesuai dengan kebutuhan para pembaca, guru atau dosen dan tenaga kesehatan lainnya yang haus akan bahan bacaan. Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu kami, sehingga makalah ini dapat kami susun dengan baik.
Kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan demi kesempurnaan makalah kami selanjutnya. Besar harapan kami agar makalah ini bisa bermanfaat bagi para perawat pada khususnya dan tenaga kesehatan pada umumnya.




Surabaya,  


                Tim Penulis





DAFTAR ISI


Halaman
Cover................................................................................................................ i
Kata Pengantar................................................................................................. ii
Daftar Isi........................................................................................................... iii
Bab I Pendahuluan........................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang............................................................................................ 1
1.2  Rumusan Masalah....................................................................................... 1
1.3  Tujuan......................................................................................................... 2
1.4  Manfaat....................................................................................................... 2
Bab II Pembahasan........................................................................................... 3
2.1 Bronchitis.................................................................................................... 3
2.2 Bronchiolitis................................................................................................ 5
2.3 Tonsilitis...................................................................................................... 7
2.4 Faringitis..................................................................................................... 9
2.5 Asma........................................................................................................... 11
2.6 Infeksi Saluran Pernafasan Akut................................................................ 14
Bab III Penutup................................................................................................ 17
3.1 Kesimpulan................................................................................................. 17
3.2 Saran........................................................................................................... 17
Daftar Pustaka.................................................................................................. 18









BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

          Mempelajari mata kuliah respirasi pada jurusan keperawatan sangatlah penting karena ini menyangkut sistem pernafasan yg merupakan sumber nyawa bagi organ-organ yang lain. Dengan adanya ilmu ini maka akan memperdalam pengetahuan kita mengetahui organ-organ yang berperan pada sistem pernafasan.
          Sistem pernafasan (respirasi) sendiri adalah proses mengambil oksigen (O2) dari atmosfer ke dalam sel – sel tubuh untuk mentranspor karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan sel – sel tubuh kembali ke atmosfer.
          Sistem pernafasan bagi manusia merupakan hal penting oleh karena itu organ-organ yang berperan harus dalam kondisi yang sempurna. Karena manusia setiap detiknya membutuhkan oksigen. Kita akan segera mengetahuinya dan tau cara penanganan yang terbaik. Memahami fungsi dan peran masing-masing organ sangatlah penting. Jika ada disfungsi pada salah satu organ pernafasan maka disitulah keuntungan mempelajari ilmu repsirasi agar dapat segera memperbaiki kesalahan yang ada pada organ yang bermasalah.
          Selain itu, kita juga perlu mengetahui berbagai penyakit yang ada pada sistem respirasi. Berbagai penyakit pada sistem respirasi yaitu bronchitis, bronchiolitis, tonsilitis, faringitis, asma, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut).

1.2         Rumusan Masalah

1.    Apa saja penyakit pada sistem pernafasan ?
2.    Apa saja tanda dan gejala yang terlihat dari masing-masing penyakit?
3.    Apa penyebab dari masing-masing penyakit?
4.    Apa saja diagnosis yang terdapat pada masing-masing penyakit?
5.    Bagaimana pengobatan pada macam-macam penyakit di sistem pernafasan?

1.3         Tujuan

1.    Untuk mengetahui lebih jelas macam - macam penyakit pada sistem pernafasan.
2.    Untuk mengetahui tanda dan gejala yang terlihat dari masing-masing penyakit.
3.    Untuk mengetahui penyebab dari masing-masing penyakit.
4.    Untuk mengetahui diagnosis yang terdapat pada masing-masing penyakit.
5.    Untuk mengetahui pengobatan pada macam-macam penyakit di sistem pernafasan

1.4         Manfaat
                                 
1.    Sebagai media pembelajaran mahasiswa.
2.    Untuk mengetahui berbagai penyakit pada sistem pernafasan.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Bronchitis

v   Definisi

Bronkitis adalah suatu peradangan pada cabang tenggorok (bronchus) (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

v   Tanda dan Gejala

-       Batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan).
-       Sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan.
-       Sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu).
-       Sesak nafas.
-       Lelah.
-       Pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan, wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan, pipi tampak kemerahan, sakit kepala.
-       Gangguan penglihatan.

v   Penyebab

Penyebab bronkitis dibagi menjadi dua jenis yaitu Bronkitis Infeksiosa dan Bronkitis Iritatif. Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari: sinusitis kronis, bronkiektasis, alergi, pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.
·                Bronkitis Infeksiosa:
          Bronkitis infeksiosa disebabkan virus, bakteri dan organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia). Bronkitis infeksiosa antara lain juga disebabkan oleh: seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan, nyeri tenggorokan.
·                Bronkitis Iritatif :
Disebabkan oleh berbagai jenis debu, asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromine, polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida, tembakau dan rokok lainnya.

v   Diagnosis

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir. Pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi ronki atau bunyi pernapasan yang abnormal. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan: tes fungsi paru-paru, gas darah arteri, rontgen dada.

v   Pengobatan

·                Tindakan Perawatan:
Pada tindakan perawatan yang penting ialah mengontrol batuk dan mengeluarakan lender. Tindakan perawatan yang lain yaitu: berjemur dipagi hari, sering mengubah posisi, banyak minum, inhalasi, nebulizer. Untuk mempertahankan daya tahan tubuh, setelah anak muntah dan tenang perlu diberikan minum susu atau makanan lain.
·                Tindakan Medis:
-       Jangan beri obat antihistamin berlebih.
-       Beri antibiotik bila ada kecurigaan infeksi bacterial.
-       Dapat diberi efedrin 0,5 – 1 mg/KgBB tiga kali sehari.
-       Chloral hidrat 30 mg/Kg BB sebagai sedatif.
2.2     Bronchiolitis

v   Definisi

Bronkiolitis adalah penyakit saluran pernafasan bawah yang ditandai dengan inflamasi bronkus kecil dan bronkiolus yang lebih kecil. Bronkiolitis paling sering terjadi di musim dingin dan awal musim semi. Biasanya bronkiolitis terjadi pada anak-anak yang berumur di bawah 2 tahun sebagai akibat infeksi virus, namun tidak jarang brokiolitis terjadi pada orang dewasa.

v   Tanda dan Gejala

-       Peradangan bronkiolus (cabang terkecil saluran nafas yang membawa udara dari saluran bronkus besar ke kantung udara yang kecil di paru) selama 1-4 hari, kemudian fase akut selama 2-6 hari, akan sembuh dalam 7-14 hari.
-       Kesulitan bernafas mendadak, biasanya didahului demam dan batuk ringan.
-       Cuping hidung mengembang dan retraksi.
-       Nafas berbunyi.
-       Nafas cepat dan dangkal (60-80 kali/menit).
-       Otot-otot sela tulang iga tampak cekung (retraksi).
-       Kulit dan kuku kebiruan.
-       Mengi ekspirasi dengan awitan akut.
-       Produksi mukus meningkat.
-       Iritabilitas.

v   Penyebab

Edema membran mukosa yang melapisi dinding bronkiale, ditambah infiltrasi sel dan produksi mukus yang meningkat, menimbulkan obstruksi bronkiolus. Obstruksi ini menyebabkan hiperinflasi daerah yang sakit karena udara yang diekspirasi terperangkap di distal dan menimbulkan hipoksemia. Obstruksi ini tidak merata di seluruh paru. Selain itu, resistensi terhadap aliran udara meningkat. Keadaan ini menyebabkan terjadinya dispnea, takipnea, dan volume tidal rendah yang dapat mengakibatkan hiperkarbia pada individu yang mengalami gejala berat. Infeksi paling sering disebabkan virus sinsitial pernafasan (respiratory syncytial virus, RSV). RSV ditularkan melalui droplet. Agens penyebab lain adalah adenovirus dan virus para-influenza.
Bronkiolitis tidak hanya disebabkan oleh infeksi, penyebab lainnya adalah:
-                 Inhalasi gas toksik, karbon tetraklorida, asam klorida, gas klorin, amonia, dan sulfur dioksida.
-                 Infeksi virus, yaitu respiratory syncytial virus, adenovirus, rhinovirus, virus parainfluenza, dan Mycoplasma pneumoniae.
-                 Penyakit jaringan ikat.
-                 Faktor idiopatik.

v   Diagnosis

-       Studi radiografi dada-hiperinflasi dengan udara yang terperangkap, atelektasis; infiltrasi perihilar ringan; kriteria diagnostik sangat bervariasi.
-       Teknik diagnostik viral cepat terhadap RSV untuk mendeteksi RSV.
-       Menganalisis gas darah arteri untuk mengkaji pertukaran gas.
-       Menghitung sel darah putih (normal atau sedikit meningkat).

v   Pengobatan

Kadang tidak perlu diberikan pengobatan khusus.
Terapi suportif terdiri dari:
-    Pemberian oksigen
-    Udara yang lembab,
-    Drainase postural atau menepuk dada untuk mengeluarkan lendir
-    Istirahat yang cukup
-    Pemberian cairan.
Kadang bayi menjadi lelah dan mengalami serangan apneu (henti nafas). Jika hal ini terjadi, dilakukan intubasi dan pemasangan ventilator. Pada bayi yang sangat muda dan sakit berat, kadang diberikan obat anti-virus ribavirin. Obat ini dapat mengurangi beratnya penyakit dan agar efektif harus diberikan pada awal penyakit.

2.3     Tonsilitis

v   Definisi

Radang amandel (tonsilitis) adalah infeksi pada amandel yang kadang mengakibatkan sakit tenggorokan dan demam. Secara klinis peradangan ini ada yang akut (baru), ditandai dengan nyeri menelan (odinofagi), dan tidak jarang disertai demam. Sedangkan yang sudah menahun biasanya tidak nyeri menelan, tapi jika ukurannya cukup besar (hipertrofi) akan menyebabkan kesulitan menelan (disfagia).

v   Tanda dan Gejala

-          Amandel merah dan bengkak.
-          Bagian tepi amandel berwarna putih dan kuning.
-          Tender, kaku, dan leher bengkak.
-          Sakit tenggorokan.
-          Sulit menelan makanan.
-          Batuk.
-          Sakit kepala.
-          Sakit mata.
-          Tubuh sakit.
-          Demam.
-          Panas dingin.
-          Hidung tersumbat.
v   Penyebab

Yang umum menyebabkan sebagian besar tonsilitis adalah pilek virus (adenovirus, rhinovirus, influenza, coronavirus, RSV). Hal ini juga dapat disebabkan oleh virus Epstein-Barr, herpes simpleks virus , cytomegalovirus, atau HIV. Yang paling umum menyebabkan kedua adalah bakteri. Para bakteri penyebab paling umum adalah Group A-hemolitik streptokokus β (GABHS), yang menyebabkan radang tenggorokan. Kurang bakteri penyebab umum termasuk: Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, pertusis, Fusobacterium, difteri, sifilis, dan gonore. Viral tonsillitis mungkin disebabkan oleh berbagai virus seperti virus Epstein-Barr (penyebab infeksi mononucleosis ) atau adenovirus. Kadang-kadang, tonsilitis disebabkan oleh infeksi dari spirochaeta dan Treponema, dalam hal ini disebut angina Vincent atau-Vincent angina Plaut.
1)             Tonsilitis Akut
Tonsilitis Akut disebabkan oleh streptococcus pada hemoliticus, streptococcus viridians, dan streptococcus pyogene, dapat juga disebabkan oleh virus.
2)      Tonsilitis Falikularis
Tonsil membengkak dan hiperemis, permukaannya diliputi eksudat diliputi bercak putih yang mengisi kipti tonsil yang disebut detritus. Detritus ini terdapat leukosit, epitel yang terlepas akibat peradangan dan sisa-sisa makanan yang tersangkut.
3)             Tonsilitis Lakunaris
Bercak yang berdekatan bersatu dan mengisi lacuna (lekuk-lekuk) permukaan tonsil.
4)      Tonsilitis Membranosa (Septis Sore Throat)
Eksudat yang menutupi permukaan tonsil yang membengkak tersebut menyerupai membran. Membran ini biasanya mudah diangkat atau dibuang dan berwarna putih kekuning-kuningan.
5)      Tonsilitis Kronik
Tonsilitis yang berluang, faktor predisposisi : rangsangan kronik (rokok, makanan) pengaruh cuaca, pengobatan radang akut yang tidak adekuat dan hygiene mulut yang buruk.

v   Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Tonsil membengkak dan tampak bercak-bercak perdarahan. Ditemukan nanah dan selaput putih tipis yang menempel di tonsil. Membran ini bisa diangkat dengan mudah tanpa menyebabkan perdarahan. Dilakukan pembiakan apus tenggorokan di laboratorium untuk mengetahui bakteri penyebabnya.

v   Pengobatan

Jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 10 hari. Jika anak mengalami kesulitan menelan, bisa diberikan dalam bentuk suntikan. Pengangkatan tonsil (tonsilektomi) dilakukan jika: tonsilitis terjadi sebanyak 7 kali atau lebih/tahun, tonsilitis terjadi sebanyak 5 kali atau lebih/tahun dalam kurun waktu 2 tahun, tonsilitis terjadi sebanyak 3 kali atau lebih/tahun dalam kurun waktu 3 tahun, tonsilitis tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik.

2.4     Faringitis

v   Definisi

Faringitis adalah suatu penyakit peradangan yang menyerang tenggorok atau hulu kerongkongan (faring). Kadang juga disebut sebagai radang tenggorok.

v   Tanda dan Gejala

-       Kering, luka kecil atau bengkak pada tenggorokan.
-       Sakit ketika menelan, bernapas atau berbicara.

v   Penyebab

Sakit tenggorokan biasanya terjadi karena infeksi. Sebagai contoh, jika sakit tenggorokan disebabkan pilek, anda mungkin juga akan batuk, demam, bersin, tidak enak badan atau hidung berlendir.
 Tanda-tanda radang tenggorokan dapat menjadi serius yang disebabkan suatu hal, seperti radang amandel atau radang karena bakteri antara lain :
-                 Putih atau nanah pada tenggorokan atau amandel.
-                 Tidak mampu menelan.
-                 Radang tenggorokan tidak membaik dengan sendirinya atau selalu timbul lagi.
-                 Muntah.
-                 Ruam pada kulit.
-                 Sakit kepala.
-                 Rasa sakit pada tenggorokan yang parah.
-                 Bengkak, kemerahan pada amandel.
-                 Demam tinggi lebih dari 38,3 Celsius pada bayi di bawah 6 bulan atau 39,4.
-                 Celsius pada anak dan orang dewasa.

v   Diagnosis

 Apabila radang tenggorokan disertai dengan demam batuk pilek maka jelas penyebabnya infeksi virus, tidak butuh pemeriksaan apapun. Artinya, pada umumnya, diagnosis bisa ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Saat pemeriksaan, dokter akan melihat tenggorokan (kemerahan, pembengkakan, nanah di tonsil) dan pembesaran KGB tonsilar.




v   Pengobatan

Sebelum memberi pengobatan, sangat penting bagi para dokter untuk mencari penyebab radang tenggorokan guna menegakkan diagnosa yang benar dengan tujuan mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat bagi sebagian besar penderita radang tenggorokan karena dapat menimbulkan organisme yang resisten terhadap antibiotik.
Dokter akan memeriksa tenggorokan dan kelenjar getah bening di leher. Pendekatan lanjutannya adalah dengan tes usap tenggorok untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri. Usap tenggorokan perlu dilakukan jika ada dugaan diagnosis radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus berdasarkan temuan klinis dan epidemiologis dan pasien belum mengkonsumsi antibiotik.
Kultur hasil usap tenggorokan biasanya merupakan satu-satunya tes yang dibutuhkan. Namun sensitivitas terhadap antibiotik juga perlu dilakukan pada pasien yang alergi terhadap penisilin karena adanya bakteri streptokokus yang resisten terhadap eritromisin.
Obat yang biasanya digunakan yaitu: antibiotik, analgesik dan antipiretik, obat kumur, multivitamin.

2.5     Asma

v   Definisi

Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan, penyempitan ini bersifat sementara. Asma dikarakteristikkan oleh paroksisme rekurens mengi dan dispnea yang tidak disertai oleh penyakit jantung atau penyakit lain.




v   Tanda dan Gejala

Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan-serangan sesak napas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala dan juga sering batuk berkepanjangan terutama di waktu malam hari atau cuaca dingin.
Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan napas yang berbunyi (mengi, bengek), batuk dan sesak napas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan napasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk. Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak napas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam.

v   Penyebab

Penyebab asma yaitu mencakup emboli pulmonal, infeksi, gagal ventrikel kiri, fibrosis kistik, defisiensi imunologis, dan penyakit pernafasan karena virus. Patogenesis asma mengacu pada nonspesific hyperirritability pada percabangan (pohon) trakea. Agens penyebab asma adalah alergen, lingkungan (polusi) dan emosi atau stress.
Penyebab asma juga dapat dibagi menjadi dua kategori utama:
·                Asma Ekstrinsik:
Secara umum mempengaruhi anak atau remaja muda yang sering mempunyai riwayat keluarga atau pribadi tentang alergi, bentol-bentol, ruam, dan ekzema. Hasil dari tes kulit biasanya positif pada alergen spesifik, yang menunjukkan kemungkinan bahwa asma ekstrinsik adalah alergis.
·                Asma Instrinsik:
Biasanya mempengaruhi orang dewasa, termasuk mereka yang tidak mengalami asama atau alergi sebelum usia dewasa tengah. Riwayat pribadi atau keluarga negatif untuk alergi, eksema, bentol-bentol, dan ruam.

v   Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan spirometri berulang. Spirometri juga digunakan untuk menilai beratnya penyumbatan saluran udara dan untuk memantau pengobatan.
Menentukan faktor pemicu asma seringkali tidak mudah. Tes kulit alergi bisa membantu menentukan alergen yang memicu timbulnya gejala asma. Jika diagnosisnya masih meragukan atau jika dirasa sangat penting untuk mengetahui faktor pemicu terjadinya asma, maka bisa dilakukan bronchial challenge test.

v   Pengobatan

Obat-obatan bisa membuat penderita asma menjalani kehidupan normal. Pengobatan segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan.
Agonis reseptor beta-adrenergik merupakan obat terbaik untuk mengurangi serangan asma yang terjadi secara tiba-tiba dan untuk mencegah serangan yang mungkin dipicu oleh olahraga. Bronkodilator ini merangsang pelebaran saluran udara oleh reseptor beta-adrenergik. Bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik (misalnya adrenalin), menyebabkan efek samping berupa denyut jantung yang cepat, gelisah, sakit kepala dan tremor (gemetar) otot. Bronkodilator yang hanya bekerja pada reseptor beta2-adrenergik (yang terutama ditemukan di dalam sel-sel di paru-paru), hanya memiliki sedikit efek samping terhadap organ lainnya. Bronkodilator ini (misalnya albuterol), menyebabkan lebih sedikit efek samping dibandingkan dengan bronkodilator yang bekerja pada semua reseptor beta-adrenergik.
2.6     Infeksi Saluran Pernafasan Akut

v   Definisi

ISPA adalah penyakit infeksi saluran pernafasan atas. Artinya penyakit ini merupakan penyakit infeksi akut yang mencakup pada organ saluran pernafasan seperti hidung, sinus, faring dan laring.

v   Tanda dan Gejala

          Tanda-tanda laboratoris penyakit ISPA:
-        Demam.
-        Batuk.
-        Nyeri tenggorokan (sakit ketika menelan).
-        Pilek, hidung tersumbat dan bersin-bersin.
-        Suara menjadi serak.
-        Lesu dan lemas.
-        Frekuensi napas cepat.
-        Sakit kepala, badan pegal dan nyeri sendi.
Gejala klinis penyakit ISPA:
       Sistem respiratorik:
Nafas cepat, napas tak teratur, retraksi dinding dada, napas cuping hidung,      sianosis, suara napas lemah, wheezing.
       Sistem cardial:
          Takikardi, bradikardi, hipertensi, hipotensi dan cardiac arrest.
       Sistem cerebral:
          Sakit kepala, papil edema, gelisah, bingung, kejang, koma.
       Sistem integumen:
          Keluar keringat banyak, sakit pada tengorokan.



v   Penyebab

ISPA adalah penyakit yang bisa disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. Virus yang menyebabkan terjadinya ISPA adalah virus Rhino, sedangkan pada bakteri yaitu bakteri Streptococcus atau biasa dikenal dengan nama Step Throat. Penyakit ini sering muncul pada musim pancaroba, akibatnya sirkulasi virus di udara  meningkat. Selain itu perubahan dari musim panas ke musim dingin seringkali memperlemah daya tahan tubuh anak dan berakibat pada menurunnya kondisi kesehatan anak sehingga meraka sangat rentan terhadap penyakit ini.
Penyebab terjadinya ISPA adalah virus, bakteri dan jamur. Kebanyakan adalah virus.

v   Diagnosis

Diagnosis yang termasuk dalam keadaan ini adalah, rhinitis, sinusitis, faringitis, tosilitis dan laryngitis.
Diagnosis ISPA oleh karena virus dapat ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium terhadap jasad renik itu sendiri. Pemeriksaan yang dilakukan adalah biakan virus, serologis, diagnostik virus secara langsung. Sedangkan diagnosis ISPA oleh karena bakteri dilakukan dengan pemeriksaan sputum, biakan darah, biakan cairan pleura.

v   Pengobatan

Pengobatan  yg diberikan pada penyakit ini biasanya pemberian antibiotik walaupun kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian obat-obatan terapeutik, pemberian antibiotik dapat mempercepat penyembuhan penyakit ini dibandingkan hanya pemberian obat obatan symptomatic, selain itu dengan pemberian antibiotik dapat mencegah terjadinya infeksi lanjutan dari bakterial, pemberian, pemilihan antibiotik pada penyakit ini harus diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi resistensi kuman/bacterial di kemudian hari. Namun pada penyakit ISPA yg sudah berlanjut dengan gejala dahak dan ingus yg sudah menjadi hijau, pemberian antibiotik merupakan keharusan karena dengan gejala tersebut membuktikan sudah ada bakteri yg terlibat.

























BAB III
PENUTUP

3.1         Kesimpulan

Respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen (Inspirasi) dan pengeluaran karbondioksida (Ekspirasi) hingga pengunaan energi di dalam tubuh. Adapun penyakit – penyakit yang terjadi pada sistem respirasi yaitu: bronchitis, bronchiolitis, tonsilitis, faringitis, asma, ISPA.
Kebanyakan penyebab dari penyakit-penyakit tersebut yaitu infeksi virus. Walaupun demikian bakteri juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit sistem respirasi.

3.2     Saran

Sangat penting untuk menjaga organ pernafasan kita. Agar terhindar dari penyakit – penyakit gangguan pernafasan, kita harus menghindari polusi udara, gas - gas beracun dan terutama hindari merokok.














DAFTAR PUSTAKA

Betz, Cecily Lynn, Sowden, Linda A. 2009. Buku Saku Keperawatan Pediatri ed 5. Jakarta: EGC.
Djojodibroto, Darmanto. 2009. Respirologi (Respiratory Medicine). Jakarta: EGC.
Jan, Tamboyang. 2000. Patofisiologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
Thuma P, Robert A. 2001. Pharyngitis and Tonsillitis. St. Louis: Mosby.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar