MAKALAH SISTEM RESPIRASI I
“ FARMAKOLOGI OBAT-OBATAN SISTEM
RESPIRASI DAN OKSIGENASI SERTA PERHITUNGANNYA “
KELOMPOK 6
ANGGITA
ADHISTIARA – 121.0012
LUSY ARISTA –
121.0058
MAULANA YUSUF –
121.0062
R.KAMALIYATUL
ADIYBAH – 121.0080
TIARA WIDYA – 121.0102
NENDA YUSINTA –
111.0090
SEKOLAH TINGGI
ILMU KESEHATAN HANGTUAH SURABAYA
TAHUN AJARAN
2013/2014
KATA
PENGANTAR
Puji dan
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat,
serta penyertaanNya, sehingga
makalah Sistem
Respirasi I ini dapat kami selesaikan.
Dalam
penulisan makalah ini kami berusaha
menyajikan bahan dan bahasa yang sederhana, singkat serta mudah dicerna
isinya oleh para pembaca, kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna serta masih terdapat
kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan makalah ini. maka kami berharap adanya
masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan dimasa yang akan mendatang.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan
dipergunakan dengan layak sebagaimana mestinya.
Surabaya, 20 September
2013
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata pengantar...................................................................................................................................i
Daftar isi..............................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..........................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................................1-2
1.3 Tujuan Penulisan......................................................................................................................2
1.4 Manfaat Penulisan...................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Farmakologi obat-obatan sistem respirasi………………………………...........................3-8
2.2 Oksigenasi dan perhitungan………………………………..................................................8-11
BAB III PENUTUP
a.
Kesimpulan……………………………………………………………...............................12
b.
Saran………………………………………………………………......................................12
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….............................iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia
diciptakan dengan susunan organ-organ tubuh yang lengkap dan saling menyatu membentuk berbagai macam sistem, seperti sistem pernafasan. Semua benda yang ada didunia ini tak terlepas dari
gangguan, begitu juga dengan sistem pernafasan kita. Kemungkinan untuk terjadi
gangguan pada sistem pernafasan setiap manusia pasti selalu ada bermacam-macam
jenis gangguan dan cara
pengobatan.
Oleh
karena itu, dalam makalah ini kami akan mencoba membahas sedikit ulasan
mengenai obat-obatan yang bekerja pada sistem pernafasan manusia dari berbagai sumber yang kami dapatkan untuk memperluas
pengetahuan kita mengenai materi farmakologi dan oksigenasi yang pasti akan sangat bermanfaat bagi kita sebagai
seorang tenaga kesehatan.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini kami akan membahas
tentang beberapa materi yang ada dalam Sistem
Respirasi I, yaitu :
1.
Apa
pengertian dari farmakologi obat-obatan sistem respirasi ?
2.
Apa tujuan
dari obat-obatan sistem respirasi ?
3.
Apa efek
obat-obatan sistem respirai ?
4.
Bagaimana
cara pemilihan obat sistem respirasi ?
5.
Apa itu
oksigenasi ?
6.
Apakah
indikasi untuk terapi oksigen ?
7.
Apa saja
masalah-masalah kebutuhan oksigen ?
8.
Apa faktor-faktor
terjadinya hipoksia ?
9.
Bagaimana
tanda-tanda hipoksia ?
10.
Apa
macam-macam alat terapi oksigen?
11.
Apa efek
samping dari oksigenasi ?
12.
Penyakit apa
saja yang memerlukan terapi oksigen ?
13.
Bagaimana
cara pemberian oksigen ?
14.
Bagaimana
cara penghitungan oksigen ?
1.2
Tujuan Penulisan
1.
Untuk
mengetahui pengertian farmakologi obat-obatan sistem respirasi.
2.
Untuk
mengetahui tujuan, efek dan penggunaan obat-obat sistem respirasi.
3.
Untuk
mengetahui pengertian oksigenasi.
4.
Untuk
mengetahui cara perhitungan oksigenasi.
1.3
Manfaat Penulisan
1.
Mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang pengertian farmakologi obat-obatan sistem respirasi.
2.
Mahasiswa dapat
tujuan, efek dan penggunaan obat-obat sistem respirasi.
3.
Mahasiswa dapat
mengetahui pengertian oksigenasi.
4.
Mahasiswa dapat mengetahui cara perhitungan
oksigenasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
FARMAKOLOGI
OBAT-OBATAN SISTEM RESPIRASI
2.1 1.1 Pengertian
Obat-obat
yang bekerja mempengaruhi sistem pernafasan.
Ø Saluran nafas atas terdiri dari :
Hidung
sampai epiglotis à Hidung,sinus,tonsil,faring
Ø Saluran nafas bawah terdiri dari :
Trakea
sampai alveoli àtrakea
,bronkus,bronkiolus,alveoli
2. 1.2
Tujuan
obat respirasi
·
Untuk anti asma & PPOM
·
Obat batuk
·
Obat pilek
2. 1.3
Efek
obat respirasi
v Bronkodilator
v Antitusif
v Mukolitik
v Ekspektoran
v Dekongestan
v Antihistamin
v Kortikosteroid
v BRONKODILATOR
Relaksasi
otot polos bronkus yang gunanya untuk mengurangi sesak nafas pada asma
bronkiale. Penggunaan umum digunakan dalam pengobatan obstruksi saluran nafas
reversible akibat asma atau PPOM.
Kontra
indikasi :
hipersensitivitas terhadap agens , pengawet (bisulfit), atau propelan yang di gunakan dalam formulanya.
Hindari penggunaannya pada aritmia jantung tak terkontrol .
Perhatian : gunakan
secara hati-hati pada pasien-pasien yang diabetes, penyakit cardiovaskuler, atau
hipertiroidisme.
Ada 2
golongan Bronkodilator :
B2-Agonis
Contoh :
·
Salbutamol : fentolin, bromosal, butasal
·
Terbutalin : Bricasma, Brasmatik, sobutal, bintasma
·
Salmeterol : Serevent, Rotadisk
Sediaan : Oral, Parenteral, Inhalasi
Kerja
obat : menimbulkan bronkodilatasi
dengan menstimulasi produksi siklik adenosine monofosfat atau (cAMP).
Efek
samping : Gugup, Tremor, Takikardi,
Palpitasi, Mengantuk, Nyeri kepala, mual, muntah
Hati-Hati : HT, PJK, Hipertiroid, DM, CHF, Tukak
Lambung
Xantin
Contoh
: Teofilin, Aminolfilin
Sediaan : Oral, parenteral, suppositoria
Efek
samping : mual, muntah, bising usus
menurun, hipotensi, deuresis
v ANTITUSIF
Penggunaan
umum digunakan untuk mengurangi gejala batuk akibat berbagai sebab termasuk
infeksi virus pada saluran nafas atas. Meningkatkan ambang rangsang reflex
batuk. Pada batuk kering (tidak produktif). Tidak dianjurkan untuk pemakaian
kronik.
Kerja
obat dan informasi umum : menekan
batuk untuk mekanisme sentral.
Ada 2
macam :
·
Adiktif :
doveri, kodein
·
Non adiktif : dekstrometofan (romilar), noskapin
Sedian :
oral
Efek
samping :
tremor, mual, konstipasi
Kontraindikasi :
hipersensitivitas
Perhatian : gunakan secara hati-hati pada
anak-anak. Tidak boleh di gunakan untuk periode lama kecuali dibawah nasehat
dokter.
Interaksi : antitusif yang bekerja secara
sentral dapat menimbulkan depresi SSP tambahan bila digunakan bersama depresan
SSP lainnya.
v MUKOLITIK
Mengencerkan
secret saluran nafas dengan memecah benang-benang mukoprotein dan
mukopolisakarida dari sputum. Untuk batuk produktif.
Contoh :
·
Bromheksin : bisolvon, mukohexin
·
Asetilsistein : fluimucyl
·
Ambroksol : epeksol, mucopect
Efek
samping : mual, muntah, pilek
Hati-hati : pasien tukak lambung
Asetilsisten : siapkan suction
v EKSPEKTORAT
Merangsang
pengeluaran dahak dari saluran nafas (stimulasi mukosa lambung, lalu secara
reflex merangsng sekresi kelenjar saluran nafas lewat N.vagus à
menurunkan fiskositas dan mempermudah pengeluaran dahak)
Contoh :
·
ammonium klorida
·
gliseril guaikolat
·
asetilsistin, dan guaifenesin.
Kerja
obat dan informasi umum : membantu
mengeluarkan secret paru. Batuk produktif tidak boleh di tekan kecuali bila
mengganggu tidur atau aktifitas sehari-hari lainnya. Peningkatan asupan cairan
mungkin merupakan ekspetoran yang terbaik, menurunkan viskositas secret agar
lebih mudah di keluarkan.
Sediaan :
oral
Efek
samping (dosis besar) :
ngantuk, mual, muntah
Kontraindikasi :
hipersensitivitas
Perhatian :
gunakan secara hati-hati pada anak-anak. Tidak boleh di gunakan untuk periode
lama kecuali dibawah nasehat dokter.
v DEKONGESTAN
Dekongestan
merupakan agen simpatomimetik yang bertindak pada reseptor dalam mukosa nasal
yang menyebabkan pembuluh darah mengecil. Selain itu juga dapat mengurangi pembengkakan
mukosa hidung dan melegakan pernafasan. Dekongestan apabila dikombinasikan
dengan antihistamin sangat efektif melegakan tanda-tanda rhinitis terutama bila
hidung sumbat. Dekongestan bekerja dengan cara merangsang reseptor adrenergic
alfa yang menghasilkan vasokontriksi dan pengurangan sekresi cairan hidung
sehingga rongga hidung jadi longgar. Dekongestan hidung dapat diberikan dalam
bentuk tablet, kapsul, semprot, tetes hidung, cairan. Venokonstriksi mukosa
hidung melalui reseptor a sehingga mengurangi volume mukosa à
mengurangi penyumbatan hidung à secret hidung juga berkurang . penggunaan
dekongestan yang terlalu sering dapat menimbulkan vasodilatasi, yang seharusnya
mengalami vasokontriksi.
Renitis
alergi : obat dekongestan sistemik ,
agonis adrenergic alfa
Bentuk : cairan, tablet, kapsul
Efek
samping : peningkatan tekanan darah,
peningkatan gula draah dan aktifitas kelenjar tiroid.
Kontraindikasi : Hipertensi, Diabetes militus,
hipertiroid dan penyakit jantung.
Contoh :
·
Pseudoefedrin
·
fenil propanolamin
-Biasanya campuran dengan anti histamine
Sediaan : topical (tetes hidung), oral
Efek
samping : rebound congestion (tetes
hidung), takikardi, palpitasi, aritmia
v ANTI HISTAMIN
H1
blocker :
menghambat efek histamin pada pembuluh darah , bronkus , dan macam-macam otot
polos dan mengobati reaksi hipersensitivitas yang di sertai pelepasan histamine
endogen berlebih.
Contohnya :
·
difenhidramin HCL
·
dimenhidrinat, CTM
·
loratadin
·
siproheptadin
·
mebhidrolin napadisilat
·
prometazin HCL
Sediaan : oral , parenteral
Efek
sampig : mulut kering,
sedasi (ngantuk) , vertigo, tinnitus, lelah, gelisah, mual, nafsu makan
berkurang, palpitasi, sakit kepala
Overdosis : halusinasi,
depresi,inkoordinasi, kejang, koma
Dosis
letal : 20-30 tablet
Yang
jarang sedasi : terfenadin,
aztemizol, loratadin
v KORTIKOSTEROID
Menghambat
mediator alergi sehingga menurunan peradangan dan gatal.
Contoh :
·
Hidrkortison
·
Prednisone
·
Metilprednisolon
·
Deksametason
·
Triamsinolon
Sediaan :
oral, inhalasi, parenteral
Efek
samping :
·
Osteoporosis
·
menekan fungsi anak ginjal
·
gangguan elektrolit
·
lemah
·
perforasi lambung
·
akne
Keuntungan
inhalasi dibandingkan oral/ pariental :
·
efek lebih cepat
·
dosis yang di perlukan lebih kecil
·
tidak di reabsorbsi dalam darah
·
efek samping lebih kecil.
Nebuhaler
(aerosol) / turbuhaler (serbuk halus)
2. 1.1
Pemilihan
obat
Berdasarkan
gejala dan penyebab
Memperhatikan
:
·
Dosis
·
efek samping
·
cara pemberian harga
·
kondisi pasien (sedasi/ non sedasi)
2.2
OKSIGENASI
DAN PENGHITUNGANNYA
2. 2.1
Pengertian
Oksigenasi
(terapi oksigen) adalah suatu tindakan untuk meningkatkan tekanan parsial
oksigen pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan cara :
a)
Meningkatkan kadar oksigen inspirasi
(FiO2)
b)
Meningkatkan tekanan oksigen
(hiperbarik)
2. 2.2
Indikasi
Pemberian terapi
oksigen digunakan untuk :
a)
Mencegah terjadinya hipoksia
b)
Merupakan terapi untuk hipoksia
2. 2.3
Masalah
kebutuhan oksigen
a)
Hipoksia
Merupakan
kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat
difisiensi oksigen/ peningkatan penggunakan oksigen dalam tingkat sel, ditandai
dengan adanya warna kebiruan pada kulit (sianosis). Secara umum, terjadinya
hipoksia di sebabkan oleh menurunnya kadar hb , menurunnya difusi o2 dari
alveoli kedalam darah , menurunnya perfusi jaringan atau gangguan ventilasi
yang dapat menurunkan konsentrasi oksigen.
b)
Obstruksi
jalan nafas
Merupakan
kondisi pernafasan yang tidak normal akibat ketidakmampuan batuk secara efektif
, dapat di sebabkan oleh sekresi yang kental atau berlebihan akibat penykit
infeksi, imobilisasi, statis sekresi, dan batuk tidak efektif karena penyakit
persyarafan seperti cerebro vascular accident (CVA), efek pengobatan sedative
dan lain-lain.
2. 2.4
Faktor-faktor
yang mempengaruhi terjadinya hipoksia
a.
Kadar oksigen rendah
b.
Gangguan jalan nafas dan pernafasan
c.
Gangguan difusi
d.
Gangguan transport oksigen
e.
Gangguan penggunaan oksigen dan jaringan
2. 2.5
Tanda-tanda
hipoksia
a.
Sesak nafas, pernafasan > 16/20
x/menit
b.
Nafas cuping hidung
c.
Adanya gerak nafas tambahan, retraksi
intercosta suprasternal
d.
Tachycardia , tekanan darah meningkat
e.
Berkeringat dingin
f.
Gelisah sampai bingung
g.
Kalau berat tampak sianosis
2. 2.6
Macam-macam
alat terapi oksigen
a.
Nasal kanul/ nasal prong 24-44% , 1-6
lpm
b.
Masker :
1. Masker
sederhana 40-60% , 5-8 lpm
2. Masker
reservoar ribreathing 35-60% , 6-15 lpm (campur CO2)
3. Masker
reservoar non ribreathing 55-90% , 6-15 lpm (murni O2)
c.
Venture 24-50% , 4-12 lpm
d.
Bag valve mask :
1. Tanpa
oksigen 21%
2. Dengan
oksigen 50-100%
e.
Respirator 21-100%
f.
Head box 30-50%
3.2.7
Efek
samping terapi oksigen
a.
Langsung.
1. Keracunan
oksigen.
2. CO2
Naskosis.
3. Atelektasis
(tindakan langsung diintubasi).
4. Retrolethal
fibroplasia, kebutaan.
5. Gangguan
neurologis.
6. Gangguan
gerakan silia dan selaput lendir.
b.
Tidak
langsung
1. Nasokomial
infection.
2. Mucous
plug.
3. Kembung.
4. Barotrauma
paru.
5. Meledak.
3.2.8
Penyakit
atau gangguan yang memerlukan terapi oksigen
a.
Gagal nafas (lihat blood gas).
b.
Shock
c.
Infark myokard acute (IMA).
d.
Payah jantung.
e.
Keracunan karbon monooksida (CaCO3).
f.
Fraktur multiple berat.
g.
Luka bakar > 25 %.
h.
Pasca bedah.
i.
Sepsis, dll.
3.2.9
Pemberian
terapi oksigen
a.
Tepat indikasi.
b.
Tepat dosis.
c.
Tepat cara pemberian.
d.
Tepat waktu pemberian.
e.
Waspada terhadap efek samping.
3.2.10
Perhitungan
a.
Rumus
O2 → Instruksi dokter
∑L x
4 + 21%
Keterangan :
∑L : jumlah l berdasarkan
instruksi dokter
4 : konstanta
21% : kadar O2 dalam 1 atmosfer
b.
Menentukan
minute ventilation ( waktu yang di butuhkan udara masuk paru-paru)
MV =
RR X VT
Keterangan :
MV :
Minute Ventilation
RR :
Respiration Rate
VT :
Volume Tidal → Laki-laki : 500cc
, Perempuan : 380cc
c.
Kadar
O2 dalam tubuh
MV =
( TV/VT – Dead Space ) x RR
Keterangan :
MV :
Minute Ventilation
TV/VT : Volume Tidal →
cepat dan dalam : 200cc , Lambat
dan dangkal :1000cc
Dead Space : ruang paru yang tidak terisi O2 = 150cc
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Farmakologi pada sistem respirasi dan oksigenasi
merupakan ilmu yang memepelajari tentang pemberian obat dan cara penanganan
untuk para penderita penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada sistem
respirasi. Berdasarkan data yang kami peroleh dari beberapa sumber, kami dari
kelompok 6 dapat menyimpulkan bahwa farmakologi pada sistem respirasi dan
oksigenasi sangat berguna untuk kelangsungan hidup bagi para penderita penyakit
yang berasal dan disebabkan oleh gangguan sistem respirasi. Penyakit dengan
gangguan respirasi memang terlihat ringan, namun jika tidak segera mendapat
penangan yang tepat bisa berdampak besar bagi kesehatan kita.
Banyak
obat yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit dengan gangguan respirasi
yaitu :
o
Bronkodilator
o
Antitusif
o
Mukolitik
o
Ekspektoran
o
Dekongestan dll.
3.2 Saran
Untuk para pembaca, lebih baik tak hanya menggunakan satu
referensi saja dalam mencari suatu materi, dan kami harapkan agar bisa
menggunakan makalah ini dengan bijak.
Dalam penyusunan
makalah ini kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan di beberapa
bagian, sehingga kami mohon kepada para pembaca sekalian agar berkenan
memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun dan membuat kami semakin
berkembang dalam penulisan sebuah makalah dan penugasan yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Apotek
Bercerita. 2013. Batuk Kering dan Batuk berdahak apakah sama obatnya. Diakses
pada : 20 Maret 2013. Dari : http://apotekerbercerita.wordpress.com/2011/04/01/batuk-kering-dan-batuk-berdahak-apakah-sama-obatnya/
Hidayat, AAA. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia, buku 2. Jakarta
: salemba Medika
Hudak&Gallo.1997. Keperawatan Kritis, Pendekatan Holistik. Vol.1.
Jakarta: EGC
Kusyati, E.2006.
Keterampilan dan Prosedur Labratium Keperawatan Dasar, Jakarta: EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar