Jumat, 27 September 2013

makalah kelompok 6


MAKALAH SISTEM RESPIRASI I
“ FARMAKOLOGI OBAT-OBATAN SISTEM RESPIRASI DAN OKSIGENASI SERTA PERHITUNGANNYA “




  

KELOMPOK 6
ANGGITA ADHISTIARA – 121.0012
LUSY ARISTA – 121.0058
MAULANA YUSUF – 121.0062
R.KAMALIYATUL ADIYBAH – 121.0080
TIARA WIDYA – 121.0102
NENDA YUSINTA – 111.0090


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANGTUAH SURABAYA
TAHUN AJARAN 2013/2014




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat, serta penyertaanNya, sehingga makalah Sistem Respirasi I ini dapat kami selesaikan.
 Dalam penulisan makalah ini kami berusaha menyajikan bahan dan bahasa  yang sederhana, singkat serta mudah dicerna isinya oleh para pembaca, kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna serta masih terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan makalah ini. maka kami berharap adanya masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan dimasa yang akan mendatang.
            Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dipergunakan dengan layak sebagaimana mestinya.






Surabaya, 20 September 2013
                                                        



                                                                                                            Penulis






DAFTAR ISI

Kata pengantar...................................................................................................................................i

Daftar isi..............................................................................................................................................ii 
  
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang..........................................................................................................................1     
1.2  Rumusan Masalah....................................................................................................................1-2  
1.3  Tujuan Penulisan......................................................................................................................2
1.4  Manfaat Penulisan...................................................................................................................2
 
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Farmakologi obat-obatan sistem respirasi………………………………...........................3-8
2.2  Oksigenasi dan perhitungan………………………………..................................................8-11

BAB III PENUTUP
        a.       Kesimpulan……………………………………………………………...............................12
        b.      Saran………………………………………………………………......................................12

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….............................iii




BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Manusia diciptakan dengan susunan organ-organ tubuh yang lengkap dan saling menyatu membentuk berbagai macam sistem, seperti sistem pernafasan. Semua benda yang ada didunia ini tak terlepas dari gangguan, begitu juga dengan sistem pernafasan kita. Kemungkinan untuk terjadi gangguan pada sistem pernafasan setiap manusia pasti selalu ada bermacam-macam jenis gangguan dan cara pengobatan.
Oleh karena itu, dalam makalah ini kami akan mencoba membahas sedikit ulasan mengenai obat-obatan yang bekerja pada sistem pernafasan manusia dari berbagai sumber yang kami dapatkan untuk memperluas pengetahuan kita mengenai materi farmakologi dan oksigenasi yang pasti akan sangat bermanfaat bagi kita sebagai seorang tenaga kesehatan.

1.2   Rumusan Masalah

Dalam makalah ini kami akan membahas tentang beberapa materi yang ada dalam Sistem Respirasi I, yaitu :

     1.      Apa pengertian dari farmakologi obat-obatan sistem respirasi ?
     2.      Apa tujuan dari obat-obatan sistem respirasi ?
     3.      Apa efek obat-obatan sistem respirai ?
     4.      Bagaimana cara pemilihan obat sistem respirasi ?
     5.      Apa itu oksigenasi ?
     6.      Apakah indikasi untuk terapi oksigen ?
     7.      Apa saja masalah-masalah kebutuhan oksigen ?
     8.      Apa faktor-faktor terjadinya hipoksia ?
     9.      Bagaimana tanda-tanda hipoksia ?
     10.  Apa macam-macam alat terapi oksigen?
11.  Apa efek samping dari oksigenasi ? 
12.  Penyakit apa saja yang memerlukan terapi oksigen ? 
13.  Bagaimana cara pemberian oksigen ? 
14.  Bagaimana cara penghitungan oksigen ?

1.2               Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian farmakologi obat-obatan sistem respirasi.
2.      Untuk mengetahui tujuan, efek dan penggunaan obat-obat sistem respirasi.
3.      Untuk mengetahui pengertian oksigenasi.
4.      Untuk mengetahui cara perhitungan oksigenasi.

1.3              Manfaat Penulisan
1.      Mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang pengertian farmakologi obat-obatan sistem respirasi.
2.      Mahasiswa dapat  tujuan, efek dan penggunaan obat-obat sistem respirasi.
3.      Mahasiswa  dapat mengetahui pengertian oksigenasi.
4.      Mahasiswa  dapat mengetahui cara perhitungan oksigenasi.




BAB II
PEMBAHASAN


2.1           FARMAKOLOGI OBAT-OBATAN SISTEM RESPIRASI

2.1      1.1    Pengertian
Obat-obat yang bekerja mempengaruhi sistem pernafasan.

Ø  Saluran nafas atas terdiri dari :
Hidung sampai epiglotis à Hidung,sinus,tonsil,faring
Ø  Saluran nafas bawah terdiri dari :
Trakea sampai alveoli àtrakea ,bronkus,bronkiolus,alveoli

2.       1.2    Tujuan obat respirasi

·         Untuk anti asma & PPOM
·         Obat batuk
·         Obat pilek

2.       1.3    Efek obat respirasi

v  Bronkodilator
v  Antitusif
v  Mukolitik
v  Ekspektoran
v  Dekongestan
v  Antihistamin
v  Kortikosteroid


v  BRONKODILATOR
Relaksasi otot polos bronkus yang gunanya untuk mengurangi sesak nafas pada asma bronkiale. Penggunaan umum digunakan dalam pengobatan obstruksi saluran nafas reversible akibat asma atau PPOM.
Kontra indikasi                       : hipersensitivitas terhadap agens , pengawet (bisulfit), atau    propelan yang di gunakan dalam formulanya. Hindari penggunaannya pada aritmia jantung tak terkontrol .
Perhatian                                 : gunakan secara hati-hati pada pasien-pasien yang diabetes,                                                               penyakit cardiovaskuler, atau hipertiroidisme.
Ada 2 golongan Bronkodilator :
B2-Agonis
Contoh                        :
·         Salbutamol      : fentolin, bromosal, butasal
·         Terbutalin        : Bricasma, Brasmatik, sobutal, bintasma
·         Salmeterol       : Serevent, Rotadisk
Sediaan           : Oral, Parenteral, Inhalasi
Kerja obat       : menimbulkan bronkodilatasi dengan menstimulasi produksi siklik adenosine monofosfat atau (cAMP).
Efek samping  : Gugup, Tremor, Takikardi, Palpitasi, Mengantuk, Nyeri kepala, mual, muntah
Hati-Hati         : HT, PJK, Hipertiroid, DM, CHF, Tukak Lambung
Xantin
Contoh            : Teofilin, Aminolfilin
Sediaan           : Oral, parenteral, suppositoria
Efek samping  : mual, muntah, bising usus menurun, hipotensi, deuresis

v  ANTITUSIF
Penggunaan umum digunakan untuk mengurangi gejala batuk akibat berbagai sebab termasuk infeksi virus pada saluran nafas atas. Meningkatkan ambang rangsang reflex batuk. Pada batuk kering (tidak produktif). Tidak dianjurkan untuk pemakaian kronik.
Kerja obat dan informasi umum         : menekan batuk untuk mekanisme sentral.

Ada 2 macam                                      :
·                     Adiktif                                                : doveri, kodein
·                     Non adiktif                             : dekstrometofan (romilar), noskapin
Sedian                                                 : oral
Efek samping                                      : tremor, mual, konstipasi
Kontraindikasi                                                : hipersensitivitas
Perhatian         : gunakan secara hati-hati pada anak-anak. Tidak boleh di gunakan untuk periode lama kecuali dibawah nasehat dokter.
Interaksi          : antitusif yang bekerja secara sentral dapat menimbulkan depresi SSP tambahan bila digunakan bersama depresan SSP lainnya.

v  MUKOLITIK
Mengencerkan secret saluran nafas dengan memecah benang-benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari sputum. Untuk batuk produktif.
Contoh                        :
·         Bromheksin    : bisolvon, mukohexin
·         Asetilsistein    : fluimucyl
·         Ambroksol     : epeksol, mucopect
Efek samping  : mual, muntah, pilek
Hati-hati          : pasien tukak lambung
Asetilsisten      : siapkan suction

v  EKSPEKTORAT
Merangsang pengeluaran dahak dari saluran nafas (stimulasi mukosa lambung, lalu secara reflex merangsng sekresi kelenjar saluran nafas lewat N.vagus à menurunkan fiskositas dan mempermudah pengeluaran dahak)
Contoh                                                            :
·         ammonium klorida
·         gliseril guaikolat
·         asetilsistin, dan guaifenesin.
Kerja obat dan informasi umum         : membantu mengeluarkan secret paru. Batuk produktif tidak boleh di tekan kecuali bila mengganggu tidur atau aktifitas sehari-hari lainnya. Peningkatan asupan cairan mungkin merupakan ekspetoran yang terbaik, menurunkan viskositas secret agar lebih mudah di keluarkan.
Sediaan                                               : oral
Efek samping (dosis besar)                 : ngantuk, mual, muntah
Kontraindikasi                                                : hipersensitivitas
Perhatian                                             : gunakan secara hati-hati pada anak-anak. Tidak boleh di gunakan untuk periode lama kecuali dibawah nasehat dokter.

v  DEKONGESTAN
Dekongestan merupakan agen simpatomimetik yang bertindak pada reseptor dalam mukosa nasal yang menyebabkan pembuluh darah mengecil. Selain itu juga dapat mengurangi pembengkakan mukosa hidung dan melegakan pernafasan. Dekongestan apabila dikombinasikan dengan antihistamin sangat efektif melegakan tanda-tanda rhinitis terutama bila hidung sumbat. Dekongestan bekerja dengan cara merangsang reseptor adrenergic alfa yang menghasilkan vasokontriksi dan pengurangan sekresi cairan hidung sehingga rongga hidung jadi longgar. Dekongestan hidung dapat diberikan dalam bentuk tablet, kapsul, semprot, tetes hidung, cairan. Venokonstriksi mukosa hidung melalui reseptor a sehingga mengurangi volume mukosa à mengurangi penyumbatan hidung à secret hidung juga berkurang . penggunaan dekongestan yang terlalu sering dapat menimbulkan vasodilatasi, yang seharusnya mengalami vasokontriksi.
Renitis alergi   : obat dekongestan sistemik , agonis adrenergic alfa
Bentuk                        : cairan, tablet, kapsul
Efek samping  : peningkatan tekanan darah, peningkatan gula draah dan aktifitas kelenjar tiroid.
Kontraindikasi            : Hipertensi, Diabetes militus, hipertiroid dan penyakit jantung.
Contoh                        :
·         Pseudoefedrin
·         fenil propanolamin
  -Biasanya campuran dengan anti histamine
Sediaan           : topical (tetes hidung), oral
Efek samping  : rebound congestion (tetes hidung), takikardi, palpitasi, aritmia


v  ANTI HISTAMIN
H1 blocker                   : menghambat efek histamin pada pembuluh darah , bronkus , dan macam-macam otot polos dan mengobati reaksi hipersensitivitas yang di sertai pelepasan histamine endogen berlebih.
Contohnya                  :
·         difenhidramin HCL
·         dimenhidrinat, CTM
·         loratadin
·         siproheptadin
·         mebhidrolin napadisilat
·         prometazin HCL
Sediaan                       : oral , parenteral
Efek sampig                : mulut kering, sedasi (ngantuk) , vertigo, tinnitus, lelah, gelisah, mual, nafsu makan berkurang, palpitasi, sakit kepala
Overdosis                    : halusinasi, depresi,inkoordinasi, kejang, koma
Dosis letal                   : 20-30 tablet
Yang jarang sedasi      : terfenadin, aztemizol, loratadin

v  KORTIKOSTEROID
Menghambat mediator alergi sehingga menurunan peradangan dan gatal.
Contoh                                    :
·         Hidrkortison
·         Prednisone
·         Metilprednisolon
·         Deksametason
·         Triamsinolon
Sediaan                       : oral, inhalasi, parenteral
Efek samping              :
·         Osteoporosis
·         menekan fungsi anak ginjal
·         gangguan elektrolit
·         lemah
·         perforasi lambung
·         akne
Keuntungan inhalasi dibandingkan oral/ pariental      :
·         efek lebih cepat
·         dosis yang di perlukan lebih kecil
·         tidak di reabsorbsi dalam darah
·         efek samping lebih kecil.
Nebuhaler (aerosol) / turbuhaler (serbuk halus)

2.       1.1    Pemilihan obat
Berdasarkan gejala dan penyebab
Memperhatikan :
·                     Dosis
·                     efek samping
·                     cara pemberian harga
·                     kondisi pasien (sedasi/ non sedasi)


2.2        OKSIGENASI DAN PENGHITUNGANNYA

2.        2.1    Pengertian

Oksigenasi (terapi oksigen) adalah suatu tindakan untuk meningkatkan tekanan parsial oksigen pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan cara :
a)                  Meningkatkan kadar oksigen inspirasi (FiO2)
b)                  Meningkatkan tekanan oksigen (hiperbarik)

2.        2.2    Indikasi

Pemberian terapi oksigen digunakan untuk :
a)                  Mencegah terjadinya hipoksia
b)                  Merupakan terapi untuk hipoksia



2.        2.3    Masalah kebutuhan oksigen

a)                  Hipoksia
Merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan oksigen dalam tubuh akibat difisiensi oksigen/ peningkatan penggunakan oksigen dalam tingkat sel, ditandai dengan adanya warna kebiruan pada kulit (sianosis). Secara umum, terjadinya hipoksia di sebabkan oleh menurunnya kadar hb , menurunnya difusi o2 dari alveoli kedalam darah , menurunnya perfusi jaringan atau gangguan ventilasi yang dapat menurunkan konsentrasi oksigen.

b)                  Obstruksi jalan nafas
Merupakan kondisi pernafasan yang tidak normal akibat ketidakmampuan batuk secara efektif , dapat di sebabkan oleh sekresi yang kental atau berlebihan akibat penykit infeksi, imobilisasi, statis sekresi, dan batuk tidak efektif karena penyakit persyarafan seperti cerebro vascular accident (CVA), efek pengobatan sedative dan lain-lain.

2.        2.4    Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya hipoksia

a.                   Kadar oksigen rendah
b.                  Gangguan jalan nafas dan pernafasan
c.                   Gangguan difusi
d.                  Gangguan transport oksigen
e.                   Gangguan penggunaan oksigen dan jaringan

2.        2.5    Tanda-tanda hipoksia

a.                   Sesak nafas, pernafasan > 16/20 x/menit
b.                  Nafas cuping hidung
c.                   Adanya gerak nafas tambahan, retraksi intercosta suprasternal
d.                  Tachycardia , tekanan darah meningkat
e.                   Berkeringat dingin
f.                   Gelisah sampai bingung
g.                  Kalau berat tampak sianosis

2.        2.6    Macam-macam alat terapi oksigen

a.                   Nasal kanul/ nasal prong 24-44% , 1-6 lpm
b.                  Masker                                    :
1.      Masker sederhana 40-60% , 5-8 lpm
2.      Masker reservoar ribreathing 35-60% , 6-15 lpm (campur CO2)
3.      Masker reservoar non ribreathing 55-90% , 6-15 lpm (murni O2)
c.                   Venture 24-50% , 4-12 lpm
d.                  Bag valve mask           :
1.      Tanpa oksigen 21%
2.      Dengan oksigen 50-100%
e.                   Respirator 21-100%
f.                   Head box 30-50%

3.2.7       Efek samping terapi oksigen

a.                   Langsung.
1.      Keracunan oksigen.
2.      CO2 Naskosis.
3.      Atelektasis (tindakan langsung diintubasi).
4.      Retrolethal fibroplasia, kebutaan.
5.      Gangguan neurologis.
6.      Gangguan gerakan silia dan selaput lendir.

b.                  Tidak langsung
1.      Nasokomial infection.
2.      Mucous plug.
3.      Kembung.
4.      Barotrauma paru.
5.      Meledak. 

3.2.8       Penyakit atau gangguan yang memerlukan terapi oksigen

a.                   Gagal nafas (lihat blood gas).
b.                  Shock
c.                   Infark myokard acute (IMA).
d.                  Payah jantung.
e.                   Keracunan karbon monooksida (CaCO3).
f.                   Fraktur multiple berat.
g.                  Luka bakar > 25 %.
h.                  Pasca bedah.
i.                    Sepsis, dll.

3.2.9       Pemberian terapi oksigen

a.                   Tepat indikasi.
b.                  Tepat dosis.
c.                   Tepat cara pemberian.
d.                  Tepat waktu pemberian.
e.                   Waspada terhadap efek samping.

3.2.10  Perhitungan

            a.      Rumus O2 → Instruksi dokter

∑L x 4 + 21%

            Keterangan :
            L       : jumlah l  berdasarkan instruksi dokter
4          :  konstanta
21%     : kadar O2 dalam 1 atmosfer


            b.      Menentukan minute ventilation ( waktu yang di butuhkan udara masuk paru-paru)

MV = RR X VT
            Keterangan :
            MV      : Minute Ventilation
            RR       : Respiration Rate
            VT       : Volume Tidal Laki-laki : 500cc , Perempuan : 380cc

            c.       Kadar O2 dalam tubuh

MV = ( TV/VT – Dead Space ) x RR

            Keterangan :
            MV                  : Minute Ventilation
            TV/VT             : Volume Tidal cepat dan dalam    : 200cc , Lambat dan dangkal  :1000cc
            Dead Space     : ruang paru yang tidak terisi O2 =  150cc
 



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Farmakologi pada sistem respirasi dan oksigenasi merupakan ilmu yang memepelajari tentang pemberian obat dan cara penanganan untuk para penderita penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada sistem respirasi. Berdasarkan data yang kami peroleh dari beberapa sumber, kami dari kelompok 6 dapat menyimpulkan bahwa farmakologi pada sistem respirasi dan oksigenasi sangat berguna untuk kelangsungan hidup bagi para penderita penyakit yang berasal dan disebabkan oleh gangguan sistem respirasi. Penyakit dengan gangguan respirasi memang terlihat ringan, namun jika tidak segera mendapat penangan yang tepat bisa berdampak besar bagi kesehatan kita.
Banyak obat yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit dengan gangguan respirasi yaitu :
o   Bronkodilator
o   Antitusif
o   Mukolitik
o   Ekspektoran
o   Dekongestan dll.

3.2  Saran
Untuk para pembaca, lebih baik tak hanya menggunakan satu referensi saja dalam mencari suatu materi, dan kami harapkan agar bisa menggunakan makalah ini dengan bijak.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan di beberapa bagian, sehingga kami mohon kepada para pembaca sekalian agar berkenan memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun dan membuat kami semakin berkembang dalam penulisan sebuah makalah dan penugasan yang sama.





DAFTAR PUSTAKA


Apotek Bercerita. 2013. Batuk Kering dan Batuk berdahak apakah sama obatnya. Diakses pada : 20 Maret 2013. Dari : http://apotekerbercerita.wordpress.com/2011/04/01/batuk-kering-dan-batuk-berdahak-apakah-sama-obatnya/

Hidayat, AAA. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia, buku 2. Jakarta : salemba Medika

Hudak&Gallo.1997. Keperawatan Kritis, Pendekatan Holistik. Vol.1. Jakarta: EGC

Kusyati, E.2006. Keterampilan dan Prosedur Labratium Keperawatan Dasar, Jakarta: EGC
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar