Rabu, 25 September 2013

makalah kelompok 1


Makalah Sistem Respirasi
Kapasitas Paru dan Fisiologi Pernafasan
Parasitologi dan Mikrobiologi yang Terkait System Respirasi


 







Nama Kelompok 1:
1.    Ayu Andini Selma                               (121.0020)
2.    Dhini Widyaningsih                            (121.0024)
3.    Febry Apriandari                                 (121.0038)
4.    Hilda Rosa Nilasari                    (121.0044)
5.    Mega Hardiyanti                                  (121.0064)
6.    Nugroho Tri Laksono                          (121.0074)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
TAHUN AJARAN 2013-2014
Kata pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga tersusunnya tugas laporan ini.
Dalam penyusunan tugas laporan yang berjudul “kapasitas paru dan fisiologi pernapasan, mikrobiologi dan parasitologi yang terkait system respirasi” penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu penyusunan tugas laporan ini.
Penulis sudah bekerja keras agar laporan ini bisa sempurna, akan tetapi di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna dan tak luput dari kesalahan. Oleh karena itu penulis berharap untuk mendapat kritikan dan saran yang membangun agar penulis bisa lebih baik lagi untuk membuat tugas laporan yang selanjutnya. Penulis juga berharap laporan ini dapat bermanfaat untuk para pembaca.



Surabaya, 19 September 2013





Penyusun

Daftar Isi

Kata Pengantar ..........................................................................................   i
Daftar Isi ....................................................................................................  ii
Bab I Pendahuluan ....................................................................................  1
I.       Latar Belakang ...............................................................................  1
II.    Rumusan Masalah ..........................................................................  2
III. Tujuan............................................................................................. 3
IV. Manfaat ..........................................................................................  3
Bab II Pembahasan ....................................................................................  4
I.       Kapasitas Paru................................................................................ 4
II.    Fisiologi Pernafasan .......................................................................  5
III. Parasitologi yang Terkait Sistem Respirasi ....................................  6
IV. Mikrobiologi yang Terkait Sistem Respirasi ..................................  7
Bab III Penutup .......................................................................................  12
I.       Kesimpulan ..................................................................................  12
II.    Saran ............................................................................................  12
Daftar Pustaka .........................................................................................  13












BAB I
PENDAHULUAN

I.            Latar Belakang

Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Namun demikian, istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan oksigen.
Kapasitas paru merupakan gabungan dari beberapa volume paru yaitu Udara Pernapasan atau Udara Tidal, Udara Komplementer, Udara Suplementer, Udara Sisa atau Udara Residu, Kapasitas Vital Paru-paru dan Kapasitas  Total Paru-paru.
Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari jasad - jasad yang hidup untuk sementara atau menetap di dalam atau di permukaan jasad lain dengan maksud untuk mengambil sebagian atau seluruh kebutuhan hidupnya dari jasad lain tersebut. SITOS = makanannya, PARASITOS = seorang yang ikut makan. Definisi Parasit, jasad yang hidup dengan cara mengambil kebutuhan hidupnya dari jasad lain.
Menurut P J Van Beneden ( 1875 ) : Makhluk yang menggantungkan hidup pada tetangganya dan berusaha sepenuhnya untuk memanfaatkan dengan hemat tanpa membahayakan dirinya Parasit (berdasarkan arti katanya, bhs Yunani) merupakan semua organism yang hidup menumpang pada organism lain (host/inang) untuk mendapat tempat hidup dan memenuhi kebutuhan nutriennya dengan mengambil nutrient inang.
Dengan definisi tersebut, yang dimaksud parasit (secara luas) mencakup semua agen infeksius meliputi: virus, bakteri, jamur, protozoa, dan helminthes (cacing). Namun, praktisnya, saat ini bidang yang menelaah agen-agen infeksius terbagi atas mikrobiologi (bakteri, virus, jamur) dan parasitologi (protozoa, helminthes)
Jadi, Parasitologi adalah bidang ilmu yang sangat berhuhungan dengan fenomena-fenomena ketergantungan dari satu organisme terhadap yang lainnya
Mikrobiologi sering salah digolongkan sebagai studi tentang kuman atau bakteri. Sementara beberapa ahli mikrobiologi mungkin secara khusus mempelajari virus, juga disebut virologi, atau bakteri, juga disebut bakteriologi, mikrobiologi meliputi seluruh mempelajari organisme mikroskopis. Ini mencakup studi tentang bakteri, protozoa, jamur, beberapa jenis ganggang, dan sering virus.
Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat keci. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah ada.
Sebagaimana kita ketahui sebelumnya mikroorganisme adalah organisme hidup yang berukuran mikroskopis sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme dapat ditemukan di semua tempat yang memungkinkan terjadiny kehidupan, disegala lingkungan hidup manusia. Mereka ada di dalam tanah, di lingkungan akuatik, dan atmosfer (udara) serta makanan, dan karena beberapa hal mikroorganisme tersebut dapat masuk secara alami ke dalam tubuh manusia, tinggal menetap dalam tubuh manusia atau hanya bertempat tinggal sementara. Mikroorganisme ini dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi tertentu dapat juga menimbulkan penyakit.
II.            Rumusan Masalah
1.      Apa pergertian kapasitas paru ?
2.      Bagaimana fisiologi perafasan pada manusia ?
3.      Apa yang terkait antara parasitologi dan system respirasi ?
4.      Apa yang terkait antara mikrobiologi dan system respirasi ?


III.            Tujuan
1.      Agar dapat mengetahui pengertian tentang kapasitas paru
2.      Agar dapat memahami fisiologi pernafasan pada manusia
3.      Agar dapat mengetahui parasitologi terkait system respirasi
4.      Agar dapat mengetahui mikrobiologi terkait system respirasi
IV.            Manfaat
1.      Supaya mahasiswa mengetahui pengertian tentang kapasitas paru
2.      Supaya mahasiswa fisiologi pernafasan pada manusia
3.      Supaya mengetahui parasitologi terkait system respirasi
4.      Supaya mengetahui mikrobiologi terkait system respirasi













BAB II
PEMBAHASAN

·                                             Kapasitas Paru
Kapasitas paru merupakan gabungan dari beberapa volume paru dan dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
1.      Udara Pernapasan atau Udara Tidal : Jika kita bernapas secara normal, maka udara yang kita hirup dan dihembuskan ada sebanyak 0,5 liter.
2.      Udara Komplementer : Jika setelah bernapas normal, maka udara dari luar masih dapat kita hirup sedalam-dalamnya masuk ke paru-paru dan dihembuskan ada sebanyak 1,5 liter
3.      Udara Suplementer : setelah bernapas normal ternyata kita masih dapat mengeluarkan udara dari dalam paru-paru dengan cara mengembuskan napas sekuat-kuatnya dan dihembuskan sebanyak 1 liter.
4.      Udara Sisa atau Udara Residu : Pada saat kita mengembuskan napas sekuat-kuatnya, di dalam paru-paru tetap masih ada udara sebanyak 1 liter.
5.      Kapasitas Vital Paru-paru : Jika kita bernapas sedalam-dalamnya dan mengembuskan sekuat-kuatnya, maka volume udara yang masuk dan keluar adasebanyak 3,5 sampai 4 liter
6.      Kapasitas  Total Paru-paru : Volume udara yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin. Meliputi kapasitas vital paru-paru ditambah dengan udara residu (±5 lt).
Volume paru-paru manusia sangat terbatas sehingga hanya dapat menghirup udara sebatas kapasitas paru-paru. Volume paru-paru setiap manusia berbeda-beda sesuai dengan ukuran paru-paru, kekuatan, dan cara bernapasnya.



·                                             Fisiologi Pernafasan
Fisiologi pernapasan ada 3 bagian, yaitu ventilasi pulmonal, difusi gas respirasi, transportasi gas. Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada, otot-otot pernafasan, diagfragma, isi abdomen, dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi, perfusi paru dan difusi.
1.      Ventilasi
Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru, jumlahnya sekitar 500 ml. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan yang utuh. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma.Diafragma dipersyarafi oleh saraf frenik, yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat.
Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleura dengan tekanan atmosfer, dimana pada inspirasi tekanan intrapleural lebih negative (725 mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli.
Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor :
1.         Kebersihan jalan nafas, adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru.
2.         Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan
3.         Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru.
4.         Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma, eksternal interkosa, internal interkosa, otot abdominal. 
2.                  Perfusi Paru
Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi, dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikel kanan jantung. Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaan oksigen dan karbondioksida  di kapiler dan alveolus. Sirkulasi paru merupakan 8-9% dari curah jantung. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atau tekanan darah sistemik.
3.                              Difusi
                        Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli.
                        Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan mempengaruhi proses difusi. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli.




·                     Parasitologi yang terkait Sistem Respirasi

            Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari fenomena hidup parasitis atau fenomena keparasitan. Fenomena hidup parasitis adalah hidup bersama antara dua organisme yang berbeda spesies, dimana organisme yang satu hidup pada atau didalam tubuh organisme yang lain untuk mendapat makanan tanpa ada konpensasi apapun, baik bersifat sementara atau permanent. Organisme yang mendapat makanan disebut PARASIT sedangkan organisme yang kehilangan makanan disebut HOSPES. Anak yang masih di dalam kandungan atau anak yang sedang menyusu walaupun hidup dan mendapat makanan dari induknya, karena sama spesies sehingga tidak termasuk parasite.
                        Parasit berasal dari kata “Parasitus” (Latin) = “Parasitos” (Grik), yang artinya seseorang yang ikut makan semeja. Mengandung maksud seseorang yang ikut makan makanan orang lain tanpa seijin orang yang memiliki makanan tersebut. Jadi Parasit adalah organisme yang selama atau sebagian hayatnya hidup pada atau didalam tubuh organisme lain, dimana parasit tersebut mendapat makanan tanpa ada konpensasi apapun untuk hidupnya. Dari pengertian tersebut, pada awalnya : Cacing, Protozoa, Artopoda, Virus, Bakteri dan Jamur termasuk kedalam Parasit, tetapi karena telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, maka Virologi, Bakteriologi, Mikologi dan di beberapa Negara Entomologi (Artropoda) telah tumbuh menjadi disiplin ilmu tersendiri.
                        ENDOPARASIT = ENDOZOA adalah parasit yang hidup didalam organ dalam, system (alimentarius, sirkulasi, respirasi), rongga dada, rongga perut, persendian, otot daging atau jaringan lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan dunia luar. Contoh : cacing saluran pencernaan, cacing jantung, protozoa saluran cerna dan protozoa darah dan lain-lain


·                        Mikrobiologi yang Terkait Sistem Respirasi
             
                        Mikrobiologi berasal dari kata Yunani: Mikros = kecil atau renik, bio = hidup atau kehidupan, dan logos = ilmu atau pikiran. Mikrobiologi berarti ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup yang kecil atau jasad-jasad renik. Istilah lain yang digunakan selain makhluk hidup yang kecil atau renik ialah mikroorganisme, mikroba, asal kata : micros = kecil, ba = bio = hidup. Protista (jasad atau organisme yang serendah-rendahnya, hanya terdiri dari satu sel (kamus kedokteran. A. Ramali)
Salah satu manfaat mikroorganisme dalam bidang kesehatan adalah dalam menghasilkan antibiotika. Bahan antibiotik dibuat dengan bantuan fungi, aktinomiset, dan bakteri lain. Antibiotik ini merupakan obat yang paling manjur untuk memerangi infeksi oleh bakteri. Beberapa mikroba menghasilkan metabolit sekunder, yang sangat bermanfaat sebagai obat untuk mengendalikan berbagai penyakit infeksi. Sejak dulu dikenal jamur Penicillium yang pertama kali ditemukan oleh Alexander fleming (1928), dapat menghasilkan antibiotika penisilin. Sekarang banyak diproduksi berbagai antibiotik dari berbagai jenis mikroba yang sangat berperan penting dalam mengobati berbagai penyakit. Selain untuk antibiotik, dalam bidang kesehatan mikrorganisme juga dapat digunakan sebagai agen pembusuk di dalam saluran pencernaan alami, yang turut membantu mencerna makanan di dalam saluran pencernaan.
Mikroorganisme tidak saja terdapat dan hidup di lingkungan, akan tetapi juga di tubuh manusia. Tubuh manusia tidaklah steril atau bebas dari mikroorganisme, begitu manusia dilahirkan ia langsung berhubungan dengan mikroorganisme. Mikroorganisme yang secara alamiah terdapat di tubuh manusia disebut flora normal atau mikrobiota.



v    Flora Normal Pada Tubuh Manusia
Flora normal biasanya ditemukan di bagian-bagian tubuh manusia yang kontak langsung dengan lingkungan misalnya kulit, hidung, mulut, usus, saluran urogenital, mata, dan telinga . Organ-organ dan jaringan biasanya steril.

·                                  Hidung dan Nasofaring (nasopharynx)
Flora utama hidung terdiri dari korinebakteria, stafilokokus dan streptokokus. Dalam hulu kerongkongan hidung, dapat juga dijumpai bakteri Branhamella catarrhalis (suatu kokus gram negatif) dan Haemophilus influenzae (suatu batang gram negatif).
Pemusnahan flora normal faring dengan penisilin dosis tinggi dapat menyebabkan over growth: bakteria negatif Gram seperti Escherichia coli, Klebsiella, Proteus, Pseudomonas atau jamur.

·                                  Orofaring (oropharinx)
Orofaring (bagian belakang mulut juga dihuni sejumlah besar bakteri Staphylococcus aureus dan S. epidermidis dan juga difteroid.Tetapi kelompok bakteri terpenting yang merupakan penghuni asli orofaring ialah streptokokus hemolitik, yang juga dinamakanStreptokokus viridans. Biakan yang ditumbuhkan dari orofaring juga akan memperlihatkan adanyaBranchamella catarrhalis, spesies Haemophilus, serta gular-galur pneumokokus avirulen (Streptococcus pneumonia).

 VIRULENSI MIKROORGANISME

Mikroorganisme patogen memiliki faktor virulensi yang dapat meningkatkan patogenisitasnya dan memungkinkannya berkolonisasi atau menginvasi jaringan inang dan merusak fungsi normal tubuh. Virulensi menggambarkan kemampuan untuk menimbulkan penyakit.

JALAN MASUK MIKROORGANISME KE TUBUH INANG

Mikroorganisme patogen dapat memasuki tubuh inang melalui berbagai macam jalan, misalnya melalui membran mukosa, kulit, ataupun rute parental. Banyak bakteri dan virus memiliki akses memasuki tubuh inang melalui membran mukosa saluran pernafasan, gastrointestinal, saluran genitourinari, konjungtiva, serta membran penting yang menutupi bola mata dan kelopak mata.
Saluran pernafasan  : Saluran pernafasan merupakan jalan termudah bagi mikroorganisme infeksius. Mikroorganisme terhirup melalui hidung atau mulut dalam bentuk partikel debu. Penyakit yang muncul umumnya adalah pneumonia, campak, tuberkulosis, dan cacar air.

Virus Dalam Mikrobiologi Kesehatan :

·                  Virus yang merugikan
ü  Influenza
Penyebab influenza adalah virus golongan orthomyxovirus yang berbentuk seperti bola. Virus influenza ditularkan lewat udara dan masuk ke tubuh manusia melalui alat pernapasan.

ü  Flu burung
Flu burung atau Avian Influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti unggas dan ammalia. Penyebab penyakit ini termasuk influenza tipe A, Strain H5N1.

ü  Campak
Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus. Gejala campak adalah demam tinggi, batuk, dan rasa nyeri di seluruh tubuh.masa inkubasinya sekitar 10 hingga 12 hari. Di awal masa inkubasi virus berlipat ganda di saluran pernapasan atas yang menyebabkan gejala batuk kering dan radang tenggorokan. Di akhir masa inkubasi, virus menuju darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh, terutama kulit, sehingga terlihat bercak-bercak merah di kulit.

·                     Virus yang menguntungkan

Namun demikian, tidak berarti bahwa virus hanya memiliki peran yang merugikan. Dengan kemajuan bioteknologi dan rekayasa genetika, ilmuan telah dapat memanfaatkan virus untuk tujuan yang menguntungkan manusia. Misalnya, untuk penghasil vaksin. Virus juga dapat dimanipulasi agar membawa gen untuk suatu sifat yang menguntungkan (misalnya gen yang menghasilkan antitoksin)

·                                             Pembuatan vaksin
                        Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap tubuh yang berasal dari mikroorganisme. Vaksin didapat dari virus dan bakteri yang telah dilemahkan atau racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut.
Vaksin Hepatitis B dan malaria adalah contoh pembuatan vaksin melalui bioteknologi modern. Secara konvensional pelemahan kuman dilakukan dengan pemanasan atau pemberian bahan kimia. Dengan bioteknologi dilakukan fusi atau transplantasi gen.
Vaksin dimasukkan (dengan disuntikkan atau oral) ke dalam tubuh manusia agar sistem kekebalan tubuh manusia aktif melawan mikroorganisme tersebut. Vaksin telah membantu berjutajuta orang di dunia dalam pencegahan serangan penyakit yang serius





Bakteri Dalam Mikrobiologi Kesehatan

Bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Pada manusia, jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC

·         Alga dalam mikrobiologi kesehatan

Dalam bidang kesehatan, protista fotosintetik telah dikenal memiliki berbagai khasiat dan digunakan dalam pembuatan berbagai obat-obatan. Misalnya: Dunaliella sp. : yang digunakan sebagai sumber beta-karoten yang bermanfaat untuk mencegah berbagai kanker termasuk kanker paru-paru.




























BAB III
PENUTUP

I.                   KESIMPULAN
Respirasi adalah pertukaran gas O2 dan CO2 didalam paru-paru. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Saat bernafas kita melakukan inspirasi dan ekspirasi. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi, perfusi paru dan difusi. Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari fenomena hidup parasitis atau fenomena keparasitan. Saat kita melakukan respirasi parasit atau bakteri bisa masuk kedalam system pernafasan dan dapat menyebabkan penyakit. Namun, dengan mempelajari mikrobiologi dapat mengetahui beberapa jenis virus, alga, bakteri dan flora normal yang menyembuhkan penyakit yang menyerang system respirasi.
II.                SARAN

                        Kita sebagai calon perawat harus mengetahui fisiologi pernafasan dan kapasitas paru dalam system respirasi dan memahami parasitology atau ilmu yang mempelajari tentang parasite yang masuk kedalam system respirasi sehingga dapat mengetahui mikrobiologi atau bakteri, virus dan lain-lain yang menyangkut tentang mikrobiologi yang dapat menyembuhkan penyakit dalam system respirasi.









DAFTAR PUSTAKA

Irianto,Koes. 2007. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 2. Bandung:CV.Yrama Widya.
Fadhitya.2012.(online)http://wawasanfadhitya.blogspot.com/2012/04/virus-yang-merugikan-dan-berbahaya-bagi.html.(diakses hari jum’at tanggal 4 Mei 2012)
Kedaibio .2009.(online)http://kedaibio.blogspot.com/2009/11/peranan-virus.html. (diakses hari Jum’at tanggal 4 Mei 2012)
Iqbalali.2008.(Online).http://iqbalali.com/2008/02/18/peran-mikroorganisme-dlm-kehidupan/).(diakses hari jum’at tanggal 4 Mei 2012)
Krisno,Agus.2011.(Online).(http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/01/10/patogenisitas-mikroorganisme/). (diakses hari sabtu tanggal 5 Mei 2012)
http://data.tp.ac.id/dokumen/makalah+helmintologi





Tidak ada komentar:

Posting Komentar