Makalah Sistem Respirasi
Kapasitas Paru dan Fisiologi Pernafasan
Parasitologi dan Mikrobiologi yang Terkait
System Respirasi
![]() |
Nama Kelompok 1:
1.
Ayu Andini Selma (121.0020)
2.
Dhini Widyaningsih (121.0024)
3.
Febry Apriandari (121.0038)
4.
Hilda Rosa Nilasari (121.0044)
5.
Mega Hardiyanti (121.0064)
6.
Nugroho Tri Laksono (121.0074)
SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
TAHUN AJARAN 2013-2014
Kata pengantar
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga
tersusunnya tugas laporan ini.
Dalam penyusunan tugas laporan
yang berjudul “kapasitas paru dan fisiologi pernapasan, mikrobiologi dan
parasitologi yang terkait system respirasi” penulis banyak mendapat bantuan
dari berbagai pihak oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada pihak-pihak yang sudah membantu penyusunan tugas laporan ini.
Penulis sudah bekerja keras agar
laporan ini bisa sempurna, akan tetapi di dunia ini tidak ada manusia yang
sempurna dan tak luput dari kesalahan. Oleh karena itu penulis berharap untuk
mendapat kritikan dan saran yang membangun agar penulis bisa lebih baik lagi
untuk membuat tugas laporan yang selanjutnya. Penulis juga berharap laporan ini
dapat bermanfaat untuk para pembaca.
Surabaya, 19 September 2013
Penyusun
Daftar Isi
Kata Pengantar .......................................................................................... i
Daftar Isi .................................................................................................... ii
Bab I Pendahuluan .................................................................................... 1
I.
Latar Belakang ............................................................................... 1
II. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
III. Tujuan.............................................................................................
3
IV. Manfaat .......................................................................................... 3
Bab II Pembahasan .................................................................................... 4
I.
Kapasitas Paru................................................................................
4
II. Fisiologi Pernafasan ....................................................................... 5
III. Parasitologi yang Terkait
Sistem Respirasi .................................... 6
IV. Mikrobiologi yang Terkait
Sistem Respirasi .................................. 7
Bab III Penutup ....................................................................................... 12
I.
Kesimpulan .................................................................................. 12
II. Saran ............................................................................................ 12
Daftar Pustaka ......................................................................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN
I.
Latar Belakang
Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi
yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam
pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Namun demikian, istilah respirasi
mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan.
Respirasi terjadi pada semua tingkatan organisme hidup, mulai dari individu hingga satuan terkecil, sel. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak melulu melibatkan
oksigen.
Kapasitas paru merupakan gabungan dari beberapa volume paru yaitu Udara Pernapasan atau Udara Tidal, Udara Komplementer, Udara
Suplementer, Udara Sisa atau Udara Residu, Kapasitas Vital Paru-paru dan
Kapasitas Total Paru-paru.
Parasitologi
adalah ilmu yang
mempelajari jasad - jasad yang hidup untuk sementara atau menetap di dalam atau
di permukaan jasad lain dengan maksud untuk mengambil sebagian atau seluruh
kebutuhan hidupnya dari jasad lain tersebut. SITOS = makanannya, PARASITOS =
seorang yang ikut makan. Definisi Parasit, jasad yang hidup dengan cara
mengambil kebutuhan hidupnya dari jasad lain.
Menurut P J Van Beneden ( 1875 ) : Makhluk yang
menggantungkan hidup pada tetangganya dan berusaha sepenuhnya untuk
memanfaatkan dengan hemat tanpa membahayakan dirinya Parasit (berdasarkan
arti katanya, bhs Yunani) merupakan semua organism yang hidup menumpang pada
organism lain (host/inang) untuk mendapat tempat hidup dan memenuhi kebutuhan
nutriennya dengan mengambil nutrient inang.
Dengan definisi tersebut, yang dimaksud parasit
(secara luas) mencakup semua agen infeksius meliputi: virus, bakteri, jamur,
protozoa, dan helminthes (cacing). Namun, praktisnya, saat ini bidang yang
menelaah agen-agen infeksius terbagi atas mikrobiologi (bakteri, virus, jamur)
dan parasitologi (protozoa, helminthes)
Jadi, Parasitologi
adalah bidang ilmu yang sangat berhuhungan dengan fenomena-fenomena
ketergantungan dari satu organisme terhadap yang lainnya
Mikrobiologi
sering salah digolongkan sebagai studi tentang kuman atau bakteri. Sementara
beberapa ahli mikrobiologi mungkin secara khusus mempelajari virus, juga
disebut virologi, atau bakteri, juga disebut bakteriologi, mikrobiologi
meliputi seluruh mempelajari organisme mikroskopis. Ini mencakup studi tentang
bakteri, protozoa, jamur, beberapa jenis ganggang, dan sering virus.
Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang
mempunyai ukuran sangat keci. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki
kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat dapat
mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya.
Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena
mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar
sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan
terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang
kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan.
Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk
persediaan.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan
akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah ada.
Sebagaimana kita ketahui sebelumnya
mikroorganisme adalah organisme hidup yang berukuran mikroskopis sehingga tidak
dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme dapat ditemukan di semua
tempat yang memungkinkan terjadiny kehidupan, disegala lingkungan hidup
manusia. Mereka ada di dalam tanah, di lingkungan akuatik, dan atmosfer (udara)
serta makanan, dan karena beberapa hal mikroorganisme tersebut dapat masuk
secara alami ke dalam tubuh manusia, tinggal menetap dalam tubuh manusia atau
hanya bertempat tinggal sementara. Mikroorganisme ini dapat menguntungkan
inangnya tetapi dalam kondisi tertentu dapat juga menimbulkan penyakit.
II.
Rumusan Masalah
1. Apa pergertian kapasitas
paru ?
2. Bagaimana fisiologi
perafasan pada manusia ?
3. Apa yang terkait antara
parasitologi dan system respirasi ?
4. Apa yang terkait antara
mikrobiologi dan system respirasi ?
III.
Tujuan
1. Agar dapat mengetahui
pengertian tentang kapasitas paru
2. Agar dapat memahami
fisiologi pernafasan pada manusia
3. Agar dapat mengetahui
parasitologi terkait system respirasi
4. Agar dapat mengetahui
mikrobiologi terkait system respirasi
IV.
Manfaat
1. Supaya mahasiswa
mengetahui pengertian tentang kapasitas paru
2. Supaya mahasiswa
fisiologi pernafasan pada manusia
3. Supaya mengetahui
parasitologi terkait system respirasi
4. Supaya mengetahui
mikrobiologi terkait system respirasi
BAB II
PEMBAHASAN
·
Kapasitas Paru
Kapasitas paru merupakan gabungan
dari beberapa volume paru dan dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
1. Udara Pernapasan atau Udara Tidal :
Jika kita bernapas secara normal, maka udara yang kita hirup dan dihembuskan
ada sebanyak 0,5 liter.
2. Udara Komplementer : Jika setelah
bernapas normal, maka udara dari luar masih dapat kita hirup sedalam-dalamnya
masuk ke paru-paru dan dihembuskan ada sebanyak 1,5 liter
3. Udara Suplementer : setelah bernapas
normal ternyata kita masih dapat mengeluarkan udara dari dalam paru-paru dengan
cara mengembuskan napas sekuat-kuatnya dan dihembuskan sebanyak 1 liter.
4. Udara Sisa atau Udara Residu : Pada
saat kita mengembuskan napas sekuat-kuatnya, di dalam paru-paru tetap masih ada
udara sebanyak 1 liter.
5. Kapasitas Vital Paru-paru : Jika
kita bernapas sedalam-dalamnya dan mengembuskan sekuat-kuatnya, maka volume
udara yang masuk dan keluar adasebanyak 3,5 sampai 4 liter
6. Kapasitas Total Paru-paru : Volume udara yang dapat
ditampung paru-paru semaksimal mungkin. Meliputi kapasitas vital paru-paru
ditambah dengan udara residu (±5 lt).
Volume
paru-paru manusia sangat terbatas sehingga hanya dapat menghirup udara sebatas
kapasitas paru-paru. Volume paru-paru setiap manusia berbeda-beda sesuai dengan
ukuran paru-paru, kekuatan, dan cara bernapasnya.
·
Fisiologi Pernafasan
Fisiologi pernapasan ada 3 bagian,
yaitu ventilasi pulmonal, difusi gas respirasi, transportasi gas. Sistem
pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa
ventilasi yang terdiri atas dinding dada, otot-otot pernafasan, diagfragma, isi
abdomen, dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. Pada keadaan istirahat
frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. Ada 3 langkah dalam proses
oksigenasi yaitu ventilasi, perfusi paru dan difusi.
1. Ventilasi
Ventilasi adalah proses keluar
masuknya udara dari dan paru-paru, jumlahnya sekitar 500 ml. Ventilasi
membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan
yang utuh. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma.Diafragma
dipersyarafi oleh saraf frenik, yang keluarnya dari medulla spinalis pada
vertebra servikal keempat.
Udara yang masuk dan keluar terjadi
karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleura dengan tekanan
atmosfer, dimana pada inspirasi tekanan intrapleural lebih negative (725 mmHg)
daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli.
Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor :
1.
Kebersihan
jalan nafas, adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk
dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru.
2.
Adekuatnya
sistem saraf pusat dan pusat pernafasan
3.
Adekuatnya
pengembangan dan pengempisan paru-paru.
4.
Kemampuan
otot-otot pernafasan seperti diafragma, eksternal interkosa, internal
interkosa, otot abdominal.
2.
Perfusi
Paru
Perfusi
paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi, dimana
pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri
pulmonaris dari ventrikel kanan jantung. Darah ini memperfusi paru bagian
respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaan oksigen dan
karbondioksida di kapiler dan alveolus. Sirkulasi paru merupakan 8-9%
dari curah jantung. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi
variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi
penurunan voleme atau tekanan darah sistemik.
3.
Difusi
Oksigen terus-menerus
berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida
(CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli.
Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi
tinggi ke area konsentrasi rendah. Difusi udara respirasi terjadi antara
alveolus dengan membrane kapiler. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi
akan mempengaruhi proses difusi. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2
di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60
mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. Berbeda halnya
dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan
pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli.
·
Parasitologi yang
terkait Sistem Respirasi
Parasitologi adalah ilmu
yang mempelajari fenomena hidup parasitis atau fenomena keparasitan. Fenomena
hidup parasitis adalah hidup bersama antara dua organisme yang berbeda spesies,
dimana organisme yang satu hidup pada atau didalam tubuh organisme yang lain
untuk mendapat makanan tanpa ada konpensasi apapun, baik bersifat sementara
atau permanent. Organisme yang mendapat makanan disebut PARASIT sedangkan
organisme yang kehilangan makanan disebut HOSPES. Anak yang masih di dalam
kandungan atau anak yang sedang menyusu walaupun hidup dan mendapat makanan
dari induknya, karena sama spesies sehingga tidak termasuk parasite.
Parasit
berasal dari kata “Parasitus” (Latin) = “Parasitos” (Grik), yang artinya
seseorang yang ikut makan semeja. Mengandung maksud seseorang yang ikut makan
makanan orang lain tanpa seijin orang yang memiliki makanan tersebut. Jadi
Parasit adalah organisme yang selama atau sebagian hayatnya hidup pada atau
didalam tubuh organisme lain, dimana parasit tersebut mendapat makanan tanpa
ada konpensasi apapun untuk hidupnya. Dari pengertian tersebut, pada awalnya :
Cacing, Protozoa, Artopoda, Virus, Bakteri dan Jamur termasuk kedalam Parasit,
tetapi karena telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, maka Virologi,
Bakteriologi, Mikologi dan di beberapa Negara Entomologi (Artropoda) telah
tumbuh menjadi disiplin ilmu tersendiri.
ENDOPARASIT
= ENDOZOA adalah parasit yang hidup didalam organ dalam, system
(alimentarius, sirkulasi, respirasi), rongga dada, rongga perut, persendian,
otot daging atau jaringan lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan dunia
luar. Contoh : cacing saluran pencernaan, cacing jantung, protozoa saluran
cerna dan protozoa darah dan lain-lain
·
Mikrobiologi yang Terkait Sistem
Respirasi
Mikrobiologi berasal
dari kata Yunani: Mikros = kecil atau renik, bio = hidup atau kehidupan, dan
logos = ilmu atau pikiran. Mikrobiologi berarti ilmu pengetahuan tentang
makhluk hidup yang kecil atau jasad-jasad renik. Istilah lain yang digunakan
selain makhluk hidup yang kecil atau renik ialah mikroorganisme, mikroba, asal
kata : micros = kecil, ba = bio = hidup. Protista (jasad atau organisme yang
serendah-rendahnya, hanya terdiri dari satu sel (kamus kedokteran. A. Ramali)
Salah satu manfaat
mikroorganisme dalam bidang kesehatan adalah dalam menghasilkan antibiotika.
Bahan antibiotik dibuat dengan bantuan fungi, aktinomiset, dan bakteri lain.
Antibiotik ini merupakan obat yang paling manjur untuk memerangi infeksi oleh
bakteri. Beberapa mikroba menghasilkan metabolit sekunder, yang sangat
bermanfaat sebagai obat untuk mengendalikan berbagai penyakit infeksi. Sejak
dulu dikenal jamur Penicillium yang pertama kali ditemukan oleh Alexander
fleming (1928), dapat menghasilkan antibiotika penisilin. Sekarang banyak
diproduksi berbagai antibiotik dari berbagai jenis mikroba yang sangat berperan
penting dalam mengobati berbagai penyakit. Selain untuk antibiotik, dalam
bidang kesehatan mikrorganisme juga dapat digunakan sebagai agen pembusuk di dalam
saluran pencernaan alami, yang turut membantu mencerna makanan di dalam saluran
pencernaan.
Mikroorganisme
tidak saja terdapat dan hidup di lingkungan, akan tetapi juga di tubuh manusia.
Tubuh manusia tidaklah steril atau bebas dari mikroorganisme, begitu manusia
dilahirkan ia langsung berhubungan dengan mikroorganisme. Mikroorganisme yang
secara alamiah terdapat di tubuh manusia disebut flora normal atau mikrobiota.
v Flora Normal Pada Tubuh
Manusia
Flora normal biasanya
ditemukan di bagian-bagian tubuh manusia yang kontak langsung dengan lingkungan
misalnya kulit, hidung, mulut, usus, saluran urogenital, mata, dan telinga .
Organ-organ dan jaringan biasanya steril.
·
Hidung dan Nasofaring
(nasopharynx)
Flora
utama hidung terdiri dari korinebakteria, stafilokokus dan streptokokus.
Dalam hulu kerongkongan hidung, dapat juga dijumpai bakteri Branhamella
catarrhalis (suatu kokus gram negatif) dan Haemophilus influenzae (suatu
batang gram negatif).
Pemusnahan
flora normal faring dengan penisilin dosis tinggi dapat menyebabkan over
growth: bakteria negatif Gram seperti Escherichia coli, Klebsiella, Proteus,
Pseudomonas atau jamur.
·
Orofaring (oropharinx)
Orofaring
(bagian belakang mulut juga dihuni sejumlah besar bakteri Staphylococcus aureus
dan S. epidermidis dan juga difteroid.Tetapi kelompok bakteri terpenting yang
merupakan penghuni asli orofaring ialah streptokokus hemolitik, yang juga
dinamakanStreptokokus viridans. Biakan yang ditumbuhkan dari orofaring juga
akan memperlihatkan adanyaBranchamella catarrhalis, spesies Haemophilus, serta
gular-galur pneumokokus avirulen (Streptococcus pneumonia).
VIRULENSI MIKROORGANISME
Mikroorganisme patogen memiliki faktor virulensi yang dapat
meningkatkan patogenisitasnya dan memungkinkannya berkolonisasi atau menginvasi
jaringan inang dan merusak fungsi normal tubuh.
Virulensi menggambarkan kemampuan untuk menimbulkan penyakit.
JALAN MASUK
MIKROORGANISME KE TUBUH INANG
Mikroorganisme patogen dapat memasuki tubuh
inang melalui berbagai macam jalan, misalnya melalui membran mukosa, kulit,
ataupun rute parental. Banyak bakteri dan virus memiliki akses memasuki tubuh
inang melalui membran mukosa saluran pernafasan, gastrointestinal, saluran
genitourinari, konjungtiva, serta membran penting yang menutupi bola mata dan
kelopak mata.
Saluran pernafasan : Saluran pernafasan
merupakan jalan termudah bagi mikroorganisme infeksius. Mikroorganisme terhirup
melalui hidung atau mulut dalam bentuk partikel debu. Penyakit yang muncul
umumnya adalah pneumonia, campak, tuberkulosis, dan cacar air.
Virus Dalam Mikrobiologi Kesehatan :
·
Virus yang merugikan
ü Influenza
Penyebab
influenza adalah virus golongan orthomyxovirus yang berbentuk seperti bola.
Virus influenza ditularkan lewat udara dan masuk ke tubuh manusia melalui alat
pernapasan.
ü Flu burung
Flu burung atau Avian
Influenza adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya
menjangkiti unggas dan ammalia. Penyebab penyakit ini termasuk influenza tipe
A, Strain H5N1.
ü Campak
Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus.
Gejala campak adalah demam tinggi, batuk, dan rasa nyeri di seluruh tubuh.masa
inkubasinya sekitar 10 hingga 12 hari. Di awal masa inkubasi virus berlipat
ganda di saluran pernapasan atas yang menyebabkan gejala batuk kering dan
radang tenggorokan. Di akhir masa inkubasi, virus menuju darah dan beredar ke
seluruh bagian tubuh, terutama kulit, sehingga terlihat bercak-bercak merah di
kulit.
·
Virus yang menguntungkan
Namun
demikian, tidak berarti bahwa virus hanya memiliki peran yang merugikan. Dengan
kemajuan bioteknologi dan rekayasa genetika, ilmuan telah dapat memanfaatkan
virus untuk tujuan yang menguntungkan manusia. Misalnya, untuk penghasil
vaksin. Virus juga dapat dimanipulasi agar membawa gen untuk suatu sifat yang
menguntungkan (misalnya gen yang menghasilkan antitoksin)
·
Pembuatan vaksin
Vaksin
digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap tubuh yang berasal dari
mikroorganisme. Vaksin didapat dari virus dan bakteri yang telah dilemahkan
atau racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut.
Vaksin
Hepatitis B dan malaria adalah contoh pembuatan vaksin melalui bioteknologi
modern. Secara konvensional pelemahan kuman dilakukan dengan pemanasan atau
pemberian bahan kimia. Dengan bioteknologi dilakukan fusi atau transplantasi
gen.
Vaksin
dimasukkan (dengan disuntikkan atau oral) ke dalam tubuh manusia agar sistem
kekebalan tubuh manusia aktif melawan mikroorganisme tersebut. Vaksin telah
membantu berjutajuta orang di dunia dalam pencegahan serangan penyakit yang
serius
Bakteri Dalam
Mikrobiologi Kesehatan
Bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh
mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain
dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik
adalah:
- Streptomyces griseus, menghasilkan antibiotik streptomycin
- Streptomyces aureofaciens, menghasilkan antibiotik tetracycline
- Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik chloramphenicol
- Penicillium, menghasilkan antibiotik penisilin
- Bacillus polymyxa, menghasilkan antibiotik polymixin.
Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik, banyak
jenis bakteri yang justru bersifat patogen. Pada manusia, jenis bakteri yang
sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Mycobacterium
tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC
·
Alga dalam mikrobiologi
kesehatan
Dalam bidang kesehatan, protista fotosintetik
telah dikenal memiliki berbagai khasiat dan digunakan dalam pembuatan berbagai
obat-obatan. Misalnya: Dunaliella sp.
: yang digunakan sebagai sumber beta-karoten yang bermanfaat untuk mencegah
berbagai kanker termasuk kanker paru-paru.
BAB III
PENUTUP
I.
KESIMPULAN
Respirasi adalah
pertukaran gas O2 dan CO2 didalam paru-paru. Dalam
pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernapasan. Saat bernafas kita
melakukan inspirasi dan ekspirasi. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi,
perfusi paru dan difusi. Parasitologi adalah ilmu
yang mempelajari fenomena hidup parasitis atau fenomena keparasitan. Saat kita
melakukan respirasi parasit atau bakteri bisa masuk kedalam system pernafasan
dan dapat menyebabkan penyakit. Namun, dengan mempelajari mikrobiologi dapat
mengetahui beberapa jenis virus, alga, bakteri dan flora normal yang
menyembuhkan penyakit yang menyerang system respirasi.
II.
SARAN
Kita
sebagai calon perawat harus mengetahui fisiologi pernafasan dan kapasitas paru
dalam system respirasi dan memahami parasitology atau ilmu yang mempelajari
tentang parasite yang masuk kedalam system respirasi sehingga dapat mengetahui
mikrobiologi atau bakteri, virus dan lain-lain yang menyangkut tentang
mikrobiologi yang dapat menyembuhkan penyakit dalam system respirasi.
DAFTAR PUSTAKA
Irianto,Koes. 2007. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme Jilid 2. Bandung:CV.Yrama
Widya.
Fadhitya.2012.(online)http://wawasanfadhitya.blogspot.com/2012/04/virus-yang-merugikan-dan-berbahaya-bagi.html.(diakses hari jum’at
tanggal 4 Mei 2012)
Kedaibio .2009.(online)http://kedaibio.blogspot.com/2009/11/peranan-virus.html. (diakses hari Jum’at
tanggal 4 Mei 2012)
Iqbalali.2008.(Online).http://iqbalali.com/2008/02/18/peran-mikroorganisme-dlm-kehidupan/).(diakses
hari jum’at tanggal 4 Mei 2012)
Krisno,Agus.2011.(Online).(http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/01/10/patogenisitas-mikroorganisme/). (diakses hari sabtu
tanggal 5 Mei 2012)
http://data.tp.ac.id/dokumen/makalah+helmintologi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar